KAGAMA.CO, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan kepada pihak kontraktor untuk mengutamakan keselamatan kerja para pekerja.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan tinjauan ke pembangunan di Stasiun KA Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2018).

“Sejak awal kita memang menyampaikan kepada kontraktor untuk bicara tentang keselamatan kerja.”

“Mereka harus mengutamakan keselamatan kalaupun dipercepat saya pikir mereka enggak ada masalah karena memang kaidah-kaidah yang kita minta kepada mereka selalu harus mengawal apa yang mereka kerjakan,” ujar Menhub Budi Karya.

Dalam tinjauan ini juga untuk melihat bagaimana kegiatan pembangunan juga memberi ruang kerja bagi masyarakat banyak.

Mereka bekerja dalam pembangunan tersebut rata-rata dalam kurun waktu enam bulan. Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun hanya untuk upah pekerja dan dapat menyerap 70.000 pekerja.

“Tadi saya ketemu dengan seorang bapak yang asal Cirebon, alhamdullilah mereka upahnya lebih besar dari UMR dan dia dipekerjakan di sini dalam kurun kerja yang lama ya hampir 6 bulan mereka bekerja,” tutur alumni Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini.

Dia mengatakan tidak sungkan memberi penghargaan jika pekerjaannya baik, tapi bisa dengan tegas memberi hukuman jika melakukan kesalahan.

“Kalau semacam konsultan itu kalau kesalahannya medium kita akan mempertimbangkan dalam lingkup mendapat pekerjaan lain, tetapi kalau berat kita langsung berhentikan dan ganti orang lain,” tegas Menhub.

Hingga saat ini pembangunan di Stasiun Cakung sudah berjalan 87,45 persen. Proyek tersebut dikerjakan dengan 400 orang pada setiap harinya.

“Klender 85,3 persen, Buaran 74,2 persen, Klender Baru 55,3 persen, Cakung 87,45 persen, Kranji 55,23 persen,” pungkas Menhub Budi Karya.

 

Sumber : Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan