KAGAMA.CO, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi maskapai dalam negeri Lion Airlines yang merealisasikan pembelian 50 pesawat generasi terbaru keluaran pabrikan asal Amerika, tipe Boeing 737 MAX 10 senilai US$6,24 miliar atau setara Rp84,24 triliun.

Lion Airlines pun merupakan pemesan pertama pesawat tipe Boeing 737 MAX 10. Atas capaian ini Menhub berharap Lion Airlines dapat memberikan kontribusi lebih bagi pemerintah dan dunia penerbangan tanah air.

“Lion Air menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan Boeing 737 MAX 10. Kami sangat mengapresiasi Lion Air atas hal ini.”

“Ini harus kita dorong dan ini adalah bagian indikasi bahwasanya dunia industri tumbuh dengan baik, dan (memberikan) kontribusi ke pemerintah,” kata Menhub pada acara pendandatanganan kontrak pembelian Boeing 737 MAX 10 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Rencananya Lion Airlines akan mulai mengoperasikan pesawat tipe ini pada 2023 dan menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan peswat Boeing 737 MAX 10.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan) bersama Dubes AS Joseph R. Donovan Jr. (paling kiri) menyaksikan penandatangan pembelian pesawat Boeing 737 MAX  10 yang dilakukan Senior Vice Presiden Boeing Dinesh A. Keskar (nomor dua dari kiri) bersama CEO Lion AIr Group Edward Sirait.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Dubes Indonesia untuk Malaysia sekaligus pendiri Lion Air Rusdi Kirana (paling kanan), Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. (paling kiri), menyaksikan penandatangan pembelian pesawat Boeing 737 MAX
10 yang dilakukan Senior Vice Presiden Boeing Dinesh A. Keskar (nomor dua dari kiri) bersama CEO Lion AIr Group Edward Sirait. Dok. Kementerian Perhubungan

Menhub Budi Karya juga memaparkan, akhir tahun 2017 pencapaian Audit Keselamatan Penerbangan Tanah Air, yang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah berhasil naik peringkat menjadi peringkat 55 dari sebelumnya pada peringkat 151 dengan nilai efektivitas inplementasi Indonesia mencapai 81,5%.

Di tahun 2018 ini, Menhub berharap dunia penerbangan Tanah Air dapat lepas dari banned European Union (EU).

“Saat ini Indonesia tengah menghadapi penilaian dari EU, untuk menghapus beberapa maskapai nasional yang masih berada dalam daftar banned EU.”

“Kita harap tahun ini yang mendapat banned dari Eropa akan bebas setelah belasan tahun mendapat banned,” ujar Ketua Harian PP KAGAMA itu.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait mengungkapkan komitmen Lion Airlines untuk terus mengembangkan dunia penerbangan nasional khususnya mendukung pariwisata sektor pariwisata.

“Mengenai rute Danau Toba, jangankan Danau Toba, kita lagi berpikir mengembangkan direct flight tujuan wisata manapun di Indonesia. Untuk danau toba kita lagi mempelajari dari mana yang bisa direct dari luar negeri,” ucap Edward.

Lanjutnya, pesawat tipe Boeing 737 MAX 10 ini akan memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar dan biaya operasional.

“Lion Air Group sangat senang menjadi pelanggan pertama yang melakukan pembelian versi terbaru Boeing 737 Max 10.”

“Pesawat ini adalah kombinasi sempurna dari jet lorong tunggal dan akan menjadi pesawat yang ideal seiring strategi pertumbuhan kami,” jelas Edward.

Dengan panjang pesawat 43,8 meter, Boeing 737 MAX 10 diklaim Boeing mampu mengangkut penumpang 130 hingga 230 penumpang dengan ketinggian jelajah mencapai 3.850 mil laut atau 7.130 kilometer.

Selain itu maskapai yang mengoperasikan akan mendapatkan biaya terendah setiap kursi per jarak tempuh (seat-mile cost) terendah di kelasnya.

 

Sumber : Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan