Mengupas Tuntas Kesehatan Perempuan dalam Winter Course 2019

Winter Course 2019 di FKKMK UGM.(Foto: Tita)
Winter Course 2019 di FKKMK UGM.(Foto: Tita)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Topik kesehatan perempuan akan dibahas secara mendalam dari berbagai sudut pandang seperti teori, laboratorium, pasien di rumah sakit, dan komunitas.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKKMK UGM dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med. Ed., PhD,  dalam konferensi pers Winter Course 2019 on Interprofessional Health Care: Women’s Health and Wellness di Grha Wiyata, FKKMK UGM, Senin (07/01/2019).

Menurut Gandes, topik tersebut menjadi konsentrasi dalam kegiatan ini karena Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, meskipun terjadi penurunan dalam tahun 2015-2017. Padahal, AKI menjadi salah satu indikator peka yang mampu menggambarkan kesejahteraan masyarakat suatu negara.

dr. Detty  S. Nurdiati, MPH., PhD., SpOG(K), selaku Pakar Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan menambahkan bahwa AKI masih menjadi jumlah yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

“Kalau di Singapura, AKI berada di bawah 2-3 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Indonesia masih berada di 305 per 100.000,” ungkap Detty.

Menurut Detty, guna mengatasi kesehatan perempuan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya dari ibu hamil saja, tetapi juga life cycle mulai dari anak-anak, remaja, selama proses kehamilan, hingga usia tua. Alasan penggunaan life cycle adalah gangguan atau masalah kesehatan yang dialami perempuan sekarang masih memiliki kaitan dengan proses yang pernah dialami.

Masih sama seperti perempuan-perempuan yang memiliki masalah pada kesehatannya, Singapura juga memiliki masalah serupa. Namun, Prof. E.L. Yong, MBBS., FRCOG., PhD dari National University of Singapore menyampaikan bahwa masalah kesehatan lebih banyak ditemui pada perempuan dengan usia lebih tua.

Gandes menambahkan, materi-materi seperti yang diungkapkan oleh Yong ini diharapkan mampu memberi wawasan baru dan bertukar pikiran bagi peserta Winter Course 2019 yang diikuti oleh 41 mahasiswa UGM, 3 mahasiswa non-UGM, serta 16 mahasiswa dari mitra luar negeri.(Tita)