Menguji Kualitas Terjemahan Google Translate dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

784
Google Translate menjadi salah satu perangkat lunak andalan dalam menerjemahkan bahasa pada abad ke-21. Foto: Betranslated
Google Translate menjadi salah satu perangkat lunak andalan dalam menerjemahkan bahasa pada abad ke-21. Foto: Betranslated

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mesin penerjemah dapat menjadi jembatan yang membantu manusia dalam memahami suatu teks.

Dalam hal ini, mesin penerjemah memerankan fungsi alih bahasa sehingga makna teks dapat dimengerti oleh pengguna.

Wujud mesin penerjemah yang ditemukan saat ini pun berbagai macam.

Ada yang menerjemahkan dari teks ke teks, dari teks ke suara, dari suara ke suara, hingga dari gambar ke suara.

Nah, salah satu mesin penerjemah yang populer digunakan di dunia adalah Google Translate.

Baca juga: Dukungan Orang Tua Antarkan Indy Jadi Wisudawan dengan IPK Tertinggi

Mesin penerjemah dari Google ini menyediakan layanan gratis untuk 104 bahasa di dunia.

Pada awal kemunculannya, yakni 2006, Google Translate menggunakan model berbasis statistik (SMT).

SMT diklaim cepat dalam mengeksekusi kata atau kalimat yang dimasukkan.

Namun, terjemahannya sering meleset karena tidak memerhatikan unsur tata bahasa.

Seorang pakar mengatakan, tata bahasa yang menjadi pedoman dalam penerjemahan di antaranya adalah jumlah, gender, kata ganti orang, aturan waktu (tenses), serta aturan pembentukan kata.

Baca juga: Persembahan Mars KAGAMA dari KAGAMA Jabar untuk Seluruh Alumni dan Almamater Tercinta