Mengenal Dekan Fakultas Peternakan UGM: Suka Tidur di Kandang Sapi

369

Agus mengilustrasikan, ia dibesarkan di tengah-tengah keluarga pendidik dan juga peternak di Dusun Pruntusan Desa Kebonrejo Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ayahnya, Darmin seorang guru dan juga memelihara sapi tiga ekor serta ternak ayam 30 ekor.

Sejak kanak-kanak, sulung dari dari empat bersaudara itu, sudah akrab dengan kehidupan hewan ternak. Sepulang sekolah ia angon (menggembala) sapi dan kerap pula tidur dan makan di kandang sapi.

Kegagalan Agus menyembuhkan ayam-ayam kerabatnya akhirnya membawa kesuksesan baginya. Agus yang semasa mahasiswa aktif di sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa, seperti Jamaah Shalahuddin dan mengetuai organisasi mahasiswa penerima beasiswa Supersemar, baru mengetahui penyebab matinya ayam setelah kuliah menginjak semester ketiga.

Penyebabnya ia ketahui saat menempuh mata kuliah Pengantar Ilmu Perunggasan. Dari dosen dan sejumlah literatur, ia jadi tahu bahwa vaksin untuk ayam sehat, bukan ayam sakit. Karena, vaksin berupa bibit penyakit yang dilemahkan.

Selepas meraih gelar Insinyur pada 1989, Agus pun berhasil melanjutkan studi ke Prancis pada 1992 dan meraih gelar DAA (Diplome d’Agronomie Approfondie setara D-4) bidang Ilmu dan Produksi ternak, gelar DEA (Diplome d’Etude Approfondie, setara S-2) bidang Biology and Agronomy, dan Doktor bidang Nutrisi dan Fisiologi Ternak Perah pada 1996. Ketiganya dari Ecole Nationale Supérieure Agronomique de Rennes (ENSA), Rennes, Prancis. (R Toto Sugiharto)