Mengembangkan Karier dan Fungsi Perawat Lewat Nursepreneur

18
Alumnus Pascasarjana Epidemologi Klinik UGM ini menceritakan pengalamannya sebagai nursepreneur. Foto: Lotus Care
Alumnus Pascasarjana Epidemologi Klinik UGM ini menceritakan pengalamannya sebagai nursepreneur. Foto: Lotus Care

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bukan orang pintar yang bisa bertahan melewati era disrupsi, tetapi orang yang mampu merespon perubahan.

CEO Lotus Care, Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes., mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah dirasakan dengan kehadiran berbagai startup.

Berbagai startup tersebut menciptakan aplikasi digital untuk memudahkan pekerjaan masyarakat di berbagai bidang.

“Bidang kesehatan juga tidak mau kalah. Berbeda dengan zaman dulu, klinik sekarang sangat mungkin dioperasikan secara online”

“Sebagai perawat, kita harus bisa berinovasi dan mengeluarkan strategi yang membuat kita menjadi lebih berperan dengan memanfaatkan situasi yang ada,” ujarnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Bantu Jualan Online UMKM, Pedagang Batik Naik Omzetnya 350 Persen

Christantie berbagi pengalamannya tersebut dalam diskusi Alumni Berbagi: Healthpreneur and Health Philantrophy Talk, yang digelar oleh FK-KMK UGM beberapa waktu lalu secara daring.

Nursepreneur, kata Christantie, merupakan salah satu yang bisa diupayakan oleh para perawat yang mau berkembang, maju, dan mendapatkan income lebih.

Secara istilah, nursepreneur adalah seorang perawat yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, mencari, dan memanfaatkan peluang yang ada dalam mencapai sesuatu yang diinginkan sesuai harapan yang dimiliki dari mimpinya masing-masing.

Menurutnya, nursepreneur termasuk dalam pengembangan karier dan peran dari fungsi perawat.

Pengembangan karier tersebut dapat menjadi pengelola klinik atau sarana dari support system kesehatan lainnya.

Baca juga: Langkah PT Pembangkitan Jawa-Bali untuk Bisa Bertahan di Era Disruptif