BULAKSUMUR, KAGAMA.CO— Pusat Kebudayaan Universitas Gadjah Mada yang sebelumnya bernama Purna Budaya secara resmi berdiri pada 3 Maret 2007. Perubahan nama ini diputuskan setelah pengelolaan gedung yang terletak di Jalan Pancasila, kompleks kampus UGM ini dialihkan dari Pemkab Sleman ke Rektorat UGM.

Prof. Dr. H. Koesnadi Hardjasoemantri, SH., ML., dalam sebuah acara di PKKH. (Foto: Dok. PKKH)
Prof. Dr. H. Koesnadi Hardjasoemantri, SH., ML., dalam sebuah acara di PKKH. (Foto: Dok. PKKH)

Selanjutnya, pada 14 April 2007, Pusat Kebudayaan UGM kembali berganti nama menjadi Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada (PKKH Hardjasoemantri UGM). Nama ini dipilih untuk menghormati Rektor UGM periode 1986-1990 yang wafat pada 7 Maret 2007 akibat kecelakaan pesawat di Bandara Adisutcipto.