KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Aryo Idmira, Kreator Program Blumbang Reksa untuk Remote Control Kolam Perikanan menyatakan bahwa perkembangan digital telah banyak merambah berbagai sektor, seperti transportasi, perdagangan, dan logistik.

Akan tetapi, perkembangan digital belum banyak merambah sektor pertanian dan perikanan. Hal ini diungkapkannya dalam Dialog Budaya dan Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-113 dengan tema “Kepahlawanan Milenal” di Bangsal Kepatihan, Senin (19/11/2018).

Menurutnya Aryo, dunia pertambakan masih sangatlah asing bagi dunia digital. Ia mulai bercerita mengenai programnya yang berawal dari tambak miliknya yang tidak dapat selalu dipantau karena terkendala oleh jarak.

Suatu ketika, ia diberi kabar bahwa udang-udang di tambaknya banyak yang mati. Awalnya Aryo hanya pasrah, namun ia berpikir jika tambaknya terus-terusan berada di kondisi seperti itu, maka kerugian lebih banyak didapatkan daripada keuntungannya.

Aryo pun ingin tetap mendapatkan keuntungan dari hasil tambaknya walaupun tidak selalu bisa memantau karena lebih banyak beraktivitas di kota lain.

Berangkat dari masalah tersebut, Aryo menciptakan sebuah platform digital beserta perangkat keras (hardware) yang mampu menginfokan kepada pengguna mengenai kondisi tambaknya.

Dengan adanya platform ini, pengguna dapat mengetahui kondisi tambak yang meliputi oksigen, PH, kadar garam, dan suhu. Data mengenai kondisi tersebut didapatkan dari perangkat keras berupa sensor portable atau continuous yang dicelupkan ke dalam air.

“Bentuk-bentuk kontribusi yang didasarkan pada permasalahan sehari-hari inilah yang saat ini dapat dikatakan menjadi bentuk nasionalisme baru di generasi milenial,” ujarnya.(Tita)