Mengatasi Cedera Saraf Lebih Cepat dan Murah

53
Film hidrogel mampu mempercepat regenerasi saraf dengan melepaskan zat aktif secara terkontrol di lokasi kerusakan. Foto: FKG
Film hidrogel mampu mempercepat regenerasi saraf dengan melepaskan zat aktif secara terkontrol di lokasi kerusakan. Foto: FKG

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Beberapa tahun lalu seorang mahasiswi KKN terjatuh dari boncengan motor di jalanan menanjak di daerah Wonogiri.

Boks berisi peralatan dan obat-obatan untuk pemeriksaan gigi gratis yang ia panggul pun jatuh. Si Mahasiswi terlempar ke belakang dan terseret. Tangannya terluka hingga mengenai saraf.

Akibat jatuh Retno Ardhani, si mahasiswi itu tak lagi dapat menggunakan tangan kanannya dengan sempurna.

Ia pun harus menerima kenyataan tak bisa lagi memainkan biola kesayangannya.

Baca juga: Program Studi Higiene Gigi Gelar Dental Hygiene Conference

“Biasanya kalau pagi saya bunyiin biola. Setelah kejadian itu, Saya coba nggak bisa. Saya sedih,” kisahnya kepada KAGAMA, di ruang kerjanya belum lama ini.

Kecelakana itu dialami Retno pada tahun 2004, saat masih berstatus mahasiswa di Kampus Kerakyatan.

Siapa sangka, peristiwa yang menyedihkan itu melecutnya untuk menekuni bidang saraf di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada.

Percepat Regenerasi

Saat ini, Dr. drg. Retno Ardhani, M.Sc., adalah dosen di Departemen Biomedika Kedokteran Gigi UGM.

Ia menekuni bidang rekayasa jaringan dan tekun meneliti tentang potensi regenerasi dan respon jaringan.

Retno telah meneliti strategi mutakhir untuk mendorong pemulihan fungsional cedera saraf tepi.

“Fungsi film yang kita rancang itu untuk pemandu regenerasi saraf, supaya serabut saraf dapat tumbuh tanpa terhalang jaringan parut,” ujarnya.

Baca juga: Kakgigama Playon 2019 Pererat Alumni dan Masyarakat

Riset tersebut ia mulai pada 2009 saat mengerjakan tesis di bawah bimbingan drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. Singkat cerita, riset tentang masalah regeneratif pada rongga gigi dan mulut itu menjadi perhatian FKG UGM.

Dekan FKG Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), menjelaskan bahwa permasalahan umum yang terjadi di dunia kedokteran gigi meliputi proses pemulihan yang terkait dengan kondisi-kondisi degeneratif.

“Beberapa riset seperti cangkok saraf, tulang, kemudian pembuatan membran dari bahan karbonat apatit, gencar dilakukan oleh fakultas,” ungkap Syaify.

Terkait hilirisasi riset, Syaify menggarisbawahi dua hal. Pertama, produk-produk riset berbasis material yang bisa menjawab persoalan di masyarakat, salah satunya karya Retno Ardhani. Kedua, hilirisasi dalam bentuk publikasi.

Selain itu, pihaknya juga gencar menggelar bakti sosial dalam momen tertentu supaya kehadiran fakultas dirasakan masyarakat….

[Baca selengkapnya di Majalah Kagama Edisi Nomor 31]

Majalah Kagama Edisi Nomor 31
Majalah Kagama Edisi Nomor 31