Mendidik Anak SD Agar Tidak Obesitas

26
Faktor obesogenis dipengaruhi oleh tingginya perkembangan industri makanan cepat saji dan penggunaan berbagai macam gawai. Foto: Satia Putra, bocah obesitas asal Karawang. Dok. Antara
Faktor obesogenis dipengaruhi oleh tingginya perkembangan industri makanan cepat saji dan penggunaan berbagai macam gawai. Foto: Satia Putra, bocah obesitas asal Karawang. Dok. Antara

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menilik soal pemenuhan gizi keluarga, tentu ada peran ibu di dalamnya.

Ibu menjadi penyokong utama demi terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Salah satu yang kerap kali dilakukan oleh seorang ibu ialah mempersiapkan gizi dan pola asuh, terutama untuk anak.

Namun demikian, seiring peran ganda yang kerap dilakukan oleh seorang ibu, yaitu bekerja dan mengasuh, membentuk keluarga yang sehat kerap kali menjadi tantangan.

Salah satu yang diteliti oleh Almira Sitasari, Madarina Julia, dan Toto Sudargo, adalah menyoal Konflik Peran Kerja-Keluarga pada Ibu Bekerja terhadap Perilaku Obesogenis anak sekolah dasar.

Baca juga: Target Kemenpar dan Rossiya Airlines Datangkan 162 Ribu Wisatawan Rusia ke Indonesia

Penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal Gizi Klinik Indonesia UGM pada Januari 2014.

Penelitian ini dilatar belakangi fakta bahwa pola asuh orang tua memengaruhi perilaku hidup sehat dan menghindarkan anak dari obesitas.

Peneliti mengambil satu sampel, yaitu ibu yang bekerja.

Seorang ibu yang bekerja dan mengurus keluarga memiliki tantangan dalam menetapkan perilaku hidup sehat dan menghindarkan anak dari bahaya obesitas.

Obesitas terjadi tak terkecuali pada kelompok umur anak-anak, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca juga: Lombok Perlu Perhatian untuk Genjot Pangsa Wisata Halal