Membangun Jogja yang Aman dan Nyaman dengan Nilai-nilai Budaya Istimewa

54
Menurut Koentjoro, pembangunan khususnya di Jogja semakin membuat penduduk asli terpinggirkan. Foto: Kinanthi
Menurut Koentjoro, pembangunan khususnya di Jogja semakin membuat penduduk asli terpinggirkan. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Laju pembangunan di DIY tidak terlepas dari isu keamanan.

Dibukanya Yogyakarta International Airport (YIA) dan Pelabuhan Adikarto merupakan dua di antara sekian pembangunan yang menjadi pusat perhatian masyarakat.

Ditambah lagi dengan potensi kejahatan transnasional bisa juga muncul, mengingat keberadaan laut selatan selama ini menjadi jalur pelayaran internasional.

Begitu juga dengan pergerakan dan mobilitas penduduk perlu menjadi perhatian.

Seminar Nasional Membangun Lingkungan Strategis dan Keamanan untuk Menciptakan Keamanan Wilayah DIY. Foto: Kinanthi
Seminar Nasional Membangun Lingkungan Strategis dan Keamanan untuk Menciptakan Keamanan Wilayah DIY. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kementerian PUPR Optimis Jalankan Visi Misi Presiden dan Realisasikan Pemindahan Ibu Kota 

Ketua Dewan Guru Besar Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D, mendiskusikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Membangun Lingkungan Strategis dan Keamanan untuk Menciptakan Keamanan Wilayah DIY pada Rabu (28/8/2019) di Balai Senat UGM.

Dalam acara tersebut, khususnya dalam sesi diskusi, selain Koentjoro telah hadir juga Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A dosen Arkeologi UGM sebagai pembicara dan Prof. Drs. Lasiyo, M.A., M.M sebagai moderator.

Ada pun tamu yang hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai keynote speech, Prof. Mahfud MD, para guru besar dari beberapa fakultas di UGM, Kapolda DIY dan Kapolres wilayah DIY-Jateng beserta jajarannya, Pangdam IV/Diponegoro, Akademi Kepolisian, TNI AU, Akademi Angkatan Udara (AAU), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kesbangpol.

Baca juga: Kata Akademisi UGM Terkait Wacana Rektor Asing Pimpin Perguruan Tinggi Indonesia