Membaca Transformasi dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

90
Peluncuran buku Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia. Foto: Taufiq
Peluncuran buku Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia. Foto: Taufiq

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Indonesia merupakan negara yang mendapar dampak revolusi industri 4.0 yang cukup besar.

Pasalnya, Indonesia adalah negara kepulauan dan usia produktif penduduknya tinggi.

Demikian disampaikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Mayjen Pol Drs. Sidarto Danusubroto, S.H. dalam peluncuran buku Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia pada Jumat (23/8/2019) di Auditorium Learning Centre FEB UGM lantai 8.

Pihaknya menyambut gembira buku yang ditulis oleh Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc, yang juga merupakan Guru Besar FEB UGM.

“Buku ini merupakan karya yang gemilang dan tepat waktu. Karena kita sudah berada dalam era digital atau revolusi 4.0,” ujarnya dalam sambutan.

Mayjen Pol Drs. Sidarto Danusubroto, S.H. Foto: Taufiq
Mayjen Pol Drs. Sidarto Danusubroto, S.H. Foto: Taufiq

Sidarto bercerita, di Wantimpres, melalui ide dan prakarsa Mbak Nining, sapaan akrab Adiningsih, pihaknya sudah memikirkan hal ini sejak awal bertugas.

Misalnya kajian tentang Indonesia 2025, Indonesia Emas, transformasi digital di Indonesia, dan kajian tentang sumber daya manusia Indonesia.

Buku ini, kata Sidharto, adalah kristalisasi pemikiran beberapa tahun dan melalui beberapa kegiatan bersama narasumber yang kompeten, serta mempunyai tujuan yang positif baik untuk tujuan politik luar negeri maupun pembangunan daerah di Indonesia.

“Buku ini menjelaskan ketimpangan di Indonesia¬† semakin tajam bila tidak diantisipasi oleh para stakeholder,” tandasnya.

Sidharto menilai, melalui buku ini kita diajak untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi untuk kehidupan yang lebih baik dan mengurangi ketimpangan.

Peluncuran buku ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-64 fakultas. Foto: Taufiq
Peluncuran buku ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-64 fakultas. Foto: Taufiq

“Tantangan utamanya adalah meningkatkan SDM, itu menjadi fokus agenda pemerintahan ke depan,” kata Sidharto.

Pihaknya berharap buku ini dapat memberikan pemikiran yang konstruktif dan sebagai masukan untuk pembangunan Indonesia.

Sebelumnya, dalam pembukaan Dekan FEB UGM Eko Suwardi, Ph.D mengatakan peluncuran buku ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-64 fakultas.

Menurut Dekan, apa yang ditulis Mbak Nining merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pihaknya di perguruan tinggi.

Pasalnya, buku ini memberikan satu gambaran pada apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi di masa mendatang, khususnya persoalan ekonomi di Indonesia dan dunia.

“Kami sangat bangga pada Mbak Ning, bahwa beliau sedang menjabat Wantimpres, namun masih sempat memikirkan era digital ini kemudian beliau tulis. Ini merupakan wujud kepedulian beliau dan menegaskan bahwa beliau benar-benar seorang guru besar FEB UGM,” kata Dekan.

Peluncuran buku juga mengundang Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com (Guru Besar FEB UGM), Dr. Novi Kurnia, M.Si, M.A., (Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM), dan Dr. Frederica Widyasari Dewi, M.B.A (Direktur Utama KSEI).

Acara turut dihadiri antara lain oleh Salman al-Farisi (Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Afrika Selatan mencakup Republik Botswana), IGN Arsana (Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden), Untung Nugroho (Pimpinan OJK Yogyakarta), Drs. Sapto Amal Damandari, AK., CPA., (Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero), Tbk), serta undangan dari universitas-universitas di Yogyakarta.(Taufiq Hakim)