Melalui Danais, Tujuh Desa G2R Tetrapreneur Budaya Pamerkan Produk Unggulan

332
Produk-produk unggulan yang diekspos ini merupakan hasil dari pengaplikasian nilai-nilai gotong royong antara pemilik usaha dan mitra. Foto: Kinanthi
Produk-produk unggulan yang diekspos ini merupakan hasil dari pengaplikasian nilai-nilai gotong royong antara pemilik usaha dan mitra. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Lima Desa Mandiri Budaya yang dikembangkan oleh Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc, Ph.D., Konseptor dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Budaya, menampilkan produk unggulannya.

Produk-produk tersebut dipamerkan dalam acara pembukaan Launching Product dan Expo G2R Tetrapreneur Budaya, pada Kamis (10/10/2019) di Atrium Jogja City Mall.

Ada pun produk unggulan dari masing-masing desa budaya itu yakni; Desa Bangunkerto dengan olahan salaknya berupa bakpia, geplak, dodol; Desa Pagerharjo dengan wedang rempahnya; Desa Putat dengan olahan kakao berupa cokelat bar dan dodol cokelat; Desa Bejiharjo dengan olahan daging sapi berupa bakso goreng; serta Desa Sabdodadi dengan olahan okra-nya berupa teh okra, okra tubruk, dan rempeyek okra.

Sementara dari dua desa pelopornya, ceriping gadung dan eduhomestay dari Desa Wukirsari, serta wedang uwuh dan ceriping pisang dari Desa Girirejo.

Rika menjelaskan, produk-produk unggulan yang diekspos ini merupakan hasil dari pengaplikasian nilai-nilai gotong royong antara pemilik usaha dan mitra.

Desa-desa tersebut telah menyelesaikan Training of Trainer (ToT) pemilihan produk unggulan dan pembentukan tim G2R Tetrapreneur Budaya, Bimbingan Teknik, dan pendampingan produksi.

G2R Tetrapreneur Budaya merupakan program ekonomi pertama yang didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

“G2R Tetrapreneur merupakan model leadership. Bagaimana ke depannya gotong royong menjadi standardisasi. Gotong royong sering dianggap remeh. Untuk itu kebiasaan yang dianggap tidak berharga ini kita jadikan berharga dan komersilkan bersama,” ujar Rika.

G2R Tetrapreneur di Jogja menjadi luar biasa, karena dalam upaya pengembangaannya berorientasi pada pengembangan SDM dan karakter manusia. Foto: Kinanthi
G2R Tetrapreneur di Jogja menjadi luar biasa, karena dalam upaya pengembangaannya berorientasi pada pengembangan SDM dan karakter manusia. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kisah-kisah Mahasiswa Temui Ketimpangan Sosial di Lokasi KKN

Ia menambahkan, G2R Tetrapreneur sedang mempersiapkan kelembagaan resmi gotong royong pertama di Indonesia di bawah Sekda DIY

Hal ini diawali dengan pembentukkan sekretariat G2R Tetrapreneur di Kantor Gubernur Kepatihan Pemda DIY.

“Kemendestrans pernah berkunjung ke sekretariat kami. Pihaknya akan menjadikan kota Jogja sebagai kota rujukan bagi desa-desa G2R Tetrapreneur,” jelasnya.

G2R Tetrapreneur di Jogja menjadi luar biasa, karena dalam upaya pengembangaannya berorientasi pada pengembangan SDM dan karakter manusia.

Dikatakan oleh Rika, berkembangnya model ini berkat Gubernur yang visioner.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM DIY Ir. Srie Nurkyastiwi, M.M.A,  menjelaskan, budaya gotong royong sebetulnya sudah ada sejak dulu.

Namun, diperlukan pemahaman lebih dalam mengenai cara pengemasannya.

“G2R Tetrapreneur bisa sebagai solusi mengatasi ketimpangan dan upaya pengentasan kemiskinan. Kami berkomitmen memajukan desa-desa tertinggal. Esensi bisnis sudah ada di dalam konsep G2R itu,” ujar Srie.

Baca juga: Riwayat Jogja sebagai Kota Batik Dunia