Masyarakat Tionghoa Pahlawan Indonesia dari Dunia Pers

46
Masyarakat Tionghoa membentuk bangsa Indonesia melalui literatur yang lahir dari percetakan yang dikelola. Foto: wikipedia
Masyarakat Tionghoa membentuk bangsa Indonesia melalui literatur yang lahir dari percetakan yang dikelola. Foto: wikipedia

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bangsa Indonesia telah memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

Apabila membicarakan soal pahlawan, tentu akan teringat beberapa tokoh yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Tanggal 10 November diingat sebagai tanggal pertempuran di Surabaya antara Indonesia melawan Inggris.

Salah satu tokoh yang terkemuka dalam perang tersebut adalah Bung Tomo.

Baca juga: Kisah Kerbau Vaksin Dokter Sardjito Menembus Perang Revolusi Kemerdekaan

Namun demikian, menyoal penyebutan pahlawan, bukan hanya soal untuk yang berperang di medan laga.

Beberapa pahlawan yang sering dilupakan ialah mereka yang bergerak di bidang media massa atau pers.

Salah satu penelitian yang mengangkat pers di era pwrkuangan pernah muncul dalam Jurnal Humaniora Volume 19, November 2007.

Jurnal tersebut diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Penelitian yang dilakukan oleh Reza Hudiyanto ini mengangkat tema Pahlawan yang Terlupakan: Pers Melayu, Etnik Tionghoa dan Nasionalisme di Kota Malang pada Tahun 1920-1950.

Baca juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Masih Tinggi, Mengapa?