KAGAMA.CO, JAWA BARAT—Beberapa hari belakangan ini masyarakat diresahkan dan merasa kecewa pada salah satu perusahaan financial technology (fintech) bernama RupiahPlus. Hal itu diungkapkan Yuni Mulyati dari Jawa Barat, yang menyatakan pihak RupiahPlus menelponnya dan menagihnya secara arogan dengan berkata kasar.

“Saat itu saya menerima telepon yang mengatakan dari pihak RupiahPlus (mengaku namanya Sisil). Lalu, dia mengata-ngatai saya dan keluarga saya dengan bahasa kasar (berarti orang tua Anda gagal mendidik Anda),” ujar Yuni seperti yang tertulis di mediakonsumen.com (30/7/2018).

Yuni menambahkan bahwa dirinya merasa dirugikan dan sakit hati dengan penagihan debt collector RupiahPlus.

“Saya tahu, mungkin keterlambatan saya bukan dalam hitungan hari lagi tapi itikad baik saya untuk melunasi itu awalnya ada. Tapi semenjak adanya telepon yang mengaku dari pihak RupiahPlus bernama Sisil, menagih saya dengan berkata kasar menjadikan saya segan,” ujar Yuni.