Masyarakat Indonesia Ingin Diet, Begini Kecenderungannya

100
Masyarakat memiliki minat yang tinggi pada upaya penurunan berat badan. Foto: sportsclubpm.com
Masyarakat memiliki minat yang tinggi pada upaya penurunan berat badan. Foto: sportsclubpm.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Semakin tingginya pencarian masyarakat tentang informasi kesehatan di internet, mendorong berkembangnya cabang ilmu kesehatan masyarakat, khususnya di bidang epidemiologi atau infodemiologi.

Infodemiologi merupakan disiplin ilmu tentang faktor penentu informasi di media elektronik terkait kesehatan dan kebijakan publik.

Keberadaan Google Trends dalam bidang infodemiologi, berperan sebagai sumber data alternatif untuk surveilans kesehatan.

Kita semua dapat memantau penyakit tertentu dan beberapa faktor risiko dalam suatu populasi.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ira Dewi Ramadhani dan Lutfan Lazuardi, peneliti dari Departemen Kabijakan dan Manajemen Kesehatan, FK-KMK UGM, serta Leny Latifah dari Balai Litbang Gaky Magelang.

Baca juga: Lengang Gedung Pusat UGM dan Sapaan Seram Pria Belanda

Mereka membabarnya dalam penelitian yang diterbitkan oleh jurnal UGM Symposium Health, berjudul Pola Pencarian Informasi Perilaku Penurunan Berat Tubuh di Indonesia Menggunakan Google Trends tahun 2019.

Menurut peneliti, Google Trends dewasa ini juga dimanfaatkan untuk penelitian terkait tren perilaku musiman, seperti kebiasaan merokok dan depresi.

Peneliti merujuk pada data Riskesdes 2018, proporsi gemuk pada usia >18 tahun sebesar 13,6 persen dan obesitas sebesar 21,8 persen.

Kemudian proporsi obesitas di usia sekitar 15 tahun juga meningkat yaitu, dari 26,6 persen di tahun 2013 menjadi 31 persen di tahun 2018.

“Besarnya angka proporsi gemuk dan obesitas memungkinkan munculnya perilaku penurunan berat tubuh sebagai akibat dari ketidakpuasan tubuh. Namun, belum ada penelitian di Indonesia yang mengeksplorasi pola perilaku penurunan berat tubuh menggunakan Google Trends,” tulisnya.

Baca juga: Totalitas Kagama Karawitan Nguri-uri Budaya