Masker Jadi Tantangan Dibyo Primus untuk Tetap Jenaka di Masa Pandemi

64
Siapapun yang bisa melewati masa-masa sekarang, kata Dibyo, pasti akan bisa eksis di masa depan. Foto: Anshor Purnomo
Siapapun yang bisa melewati masa-masa sekarang, kata Dibyo, pasti akan bisa eksis di masa depan. Foto: Anshor Purnomo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Situasi sulit akibat pandemi Covid-19 dialami oleh para pekerja kreatif di Indonesia.

Tak terkecuali MC dan komedian, sekaligus pembudidaya kata-kata jenaka, Bambang Sudibyo atau yang akrab disapa Dibyo Primus.

Seperti pekerja kreatif lainnya, tawaran pekerjaan sebagai pembawa acara bagi Dibyo juga berkurang.

Namun, dengan kemampuan seninya dalam merangkai kata, Dibyo bisa tetap bisa mendapatkan penghasilan di tengah pandemi.

Diceritakan oleh Dibyo, beberapa kali dia diminta oleh beberapa perusahaan untuk membuat quote atau pesan.

Quote ini seringnya digunakan untuk memperkuat brand atau citra perusahaan.

Baca juga: Kegiatan Menggambar dan Mewarnai Online KAGAMA Bali Mengobati Kerinduan Anak akan Sekolah

“Memang kewajiban menggunakan masker itu sedikit menghambat kami sebagai pekerja seni yang menjual konten jenaka di atas panggung waktu itu.”

“Pakai masker, ekspresi kita jadi tidak terlihat. Namun, dalam situasi apapun kita tetap harus bekerja, mau tidak mau dengan cara lain,” tuturnya.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara UGM Talks bertajuk Strategi Berekspresi Pekerja Seni di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, secara daring beberapa waktu lalu.

Alumnus Sosiologi UGM itu menuturkan, penggunaan masker menjadi tantangan baginya.

Penyelenggara event harus memutar otak agar pesan dari pembawa acara dan komedian bisa tersampaikan dengan baik, dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Baca juga: Empat Tahun Dubes Wahid Bertugas di KBRI Moskow, Wisatawan Rusia ke Indonesia Meningkat Nyaris 100 Persen