Maryanto: Saya Satpam, Anak Nggak Boleh Jadi Satpam!

738

Baca juga: Umbi Gembili dan Garut Ampuh Atasi Masalah Kesehatan Paling Berbahaya

Maryanto menuturkan, menyekolahkan anak-anak merupakan prioritas hidupnya.

”Ini urusan pertama, nggak boleh diabaikan. Kalau anaknya mampu, orang tuanya harus mampu. Saya satpam, anak nggak boleh jadi satpam, harus lebih,” ujarnya.

Baru Saja Menunaikan Ibadah Haji

Maryanto juga tak menyangka, selain bisa menyekolahkan kedua putrinya, dia bisa berinvestasi, memiliki kendaraan sendiri, hingga menunaikan ibadah haji bersama istrinya belum lama ini.

“Saya membayangkan saja ndak bisa. Hidup ini seperti mimpi,” jelas Maryanto.

Dirinya merasa betah dengan pekerjaannya itu.

Maryanto tak pernah berpikir untuk bekerja di tempat lain.

Nggak kepikiran saya. Tapi saya cari penghasilan tambahan. Skill Saya banyak, bisa nukang juga kalau ada yang butuh bantuan,” jelasnya.

Baca juga: Agar Tetap Sehat di Musim Kemarau

Maryanto merasa beruntung memiliki keluarga yang selalu mendukungnya dan saling kompak.

Dia bersama keluarga memiliki kebiasaan berkumpul di rumah setiap kali ingin menyelesaikan persoalan dalam keluarga.

Sering Menerima Kebaikan dari Orang-orang di Kampus

Perjalanan hidup Maryanto juga diwarnai dengan kehadiran orang-orang yang menginspirasinya.

Pak Tumino, salah seorang cleaning service di FTP sangat baik dalam bekerja, tanggung jawab, dan rajin.

Maryanto meneladani cara bekerjanya itu.

Selain Pak Tumino, ada lagi salah seorang profesor sekaligus mantan Dekan FTP UGM, almarhum Prof. Suprodjo Pusposutardjo.

Pak Prodjo, kata Maryanto, merupakan orang yang berjasa baginya.

Baca juga: Es Krim Umbi Gembili, Inovasi Pangan Kaya Serat untuk Penderita Diabetes