KAGAMA.CO, TAWANGMANGU—Menyadari besarnya potensi biodiversitas tropika Indonesia sebagai obat-obatan untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya yang disebabkan oleh infeksi virus, Fakultas Biologi membentuk Tim Biovir Fakultas Biologi UGM akan melakukan pendataan flora dan fauna yang mempunyai potensi sebagai herbal, jamu atau obat antivirus yang menginfeksi manusia.

Tim Biovir dipimpin oleh Dr. Purnomo, M.S. beserta anggota tim, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan Rury Eprilurahman, M.Sc. Tahun ini, Tim Biovir berhasil meraih dana Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) UGM tahun 2018 guna penelitian selama 5 tahun, yaitu dari 2018 sampai 2023.

Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. mengatakan bahwa kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan B2P2OOT Tawangmangu telah dilaksanakan sejak lebih dari 20 tahun lalu..(Foto: Dok. Humas Fabio)
Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. mengatakan bahwa kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan B2P2OOT Tawangmangu telah dilaksanakan sejak lebih dari 20 tahun lalu..(Foto: Dok. Humas Fabio)

Untuk bisa menjalankan projek ini, tim Biovir melakukan kunjungan ke B2P2OOT Tawangmangu. Kunjungan yang diadakan pada Selasa, 3 Juli 2018 ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama riset khususnya pemanfaatan data Ristoja Kemenkes untuk obat dan herbal potensial penyakit yang diakibatkan oleh virus.

Dalam kunjungannya, Tim Biovir Fakultas Biologi UGM diterima oleh Direktur/Kepala B2P2OOT Kemenkes Tawamangu, Achmad Saiku, M.Sc., PH. beserta Kepala Bidang dan staf di Kantor B2P2OOT Tawangmangu, Karanganyar Jateng.