Manajemen Logistik Kemanusiaan Non Bencana Alam, Kunci Bertahan Hadapi Pandemi

48
Dalam dunia distribusi logistik, logistik kemanusiaan menjadi salah satu yang terabaikan di masa pandemi ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU.
Dalam dunia distribusi logistik, logistik kemanusiaan menjadi salah satu yang terabaikan di masa pandemi ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU.

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menerapkan logistik kemanusiaan membutuhkan tiga indikator yakni kemanfaatan, keadilan, dan kepastian dalam penyelenggaraan logistik.

Dalam dunia distribusi logistik, logistik kemanusiaan menjadi salah satu yang terabaikan di masa pandemi ini.

Daya beli dan daya jual turun drastis, distribusi bahan pangan dan kesehatan buruk.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU., dalam Web Seminar Nasional Kontribusi Pos dan Logistik dalam Mengatas Pandemi Covid-19, pada Rabu (20/05/2020), yang digelar oleh PUSTRAL UGM.

Dia memaparkan, wabah Covid-19 dikategorikan sebagai bencana non natural dan terkait distribusi logistiknya menjadi persoalan tersendiri.

Baca juga: Banyak yang Mengaku Beriman, Mengapa Orang Indonesia Masih Lakukan Pelanggaran Kriminal?  

“Sebab kita belum memiliki kepastian manajemen logistik kemanusiaan yang berbasis bencana non natural. Kita baru sampai pada manajemen logistik kemanusiaan untuk bencana natural, karena memang lokasi dan sasarannya lebih jelas,” ujarnya.

Bicara soal pos dan logistik, kita tidak bisa terlepas dari bagian hulunya, yaitu mobilisasi transportasi yang kemungkinan besar menjadi sumber penularan Covid-19.

Setelah beberapa minggu diberlakukan PSBB, sudah mulai ada pelonggaran-pelonggaran transportasi umum, karena masyarakat tidak mau selamanya terpuruk.

Namun, hal utama yang terus menjadi pegangan adalah melakukan segala aktvitas dengan mematuhi protokol kesehatan.

Logistik kemanusiaan seharusnya lebih diutamakan ketimbang logistik komersial di masa pandemi dan pasca pandemi. Agus menyebut, kunci utamanya adalah menyelamatkan nyawa.

Baca juga: Era New Normal Tiba, Industri Jenis Ini Segera Siap-siap…