Manajemen Korporasi Melalui BUMR, Solusi Berkembangnya UMKM dan Koperasi

11
Executive Lecture Series 2019: BUMN-Lembaga Pelaku Ekonomi Negara dan Politik Ekonomi Inklusif Melalui BUMR.(Foto: PSKK UGM)
Executive Lecture Series 2019: BUMN-Lembaga Pelaku Ekonomi Negara dan Politik Ekonomi Inklusif Melalui BUMR.(Foto: PSKK UGM)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Manajemen merupakan kunci keberhasilan badan usaha. Sember daya melimpah tak akan terkelola dengan baik tanpa manajemen, termasuk kualitas pemimpinnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Tanri Abeng, M.B.A., dalam acara Executive Lecture Series 2019: BUMN Lembaga Pelaku Ekonomi Negara dan Poltik Ekonomi Inklusif Melalui BUMR di University Club UGM, Senin (15/04/19).

Tanri banyak belajar dari pengalamannya saat masih menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan BUMN pada masa pemerintahan Soeharto. Saat itu, kondisi ekonomi tahun 1997 perlahan mulai stabil.

BUMN sebagai satu-satunya aset negara yang tersisa pada waktu itu, berhasil bangkit berkat manajemen korporasi yang diterapkan oleh Tanri.

Selain BUMN, Tanri juga banyak menyoroti situasi ekonomi negara lain, salah satunya UMKM dan koperasi. Ia memaparkan data jumlah UMKM yang sudah mencapai angka 56 juta.

Sementara jumlah tenaga kerja juga mencapai angka yang fantastis yakni, 107 juta lebih. Dua fakta ini menjadi fokus pemerataan ekonomi saat ini.

Sampai saat ini UMKM masih menjadi ‘nyawa’ perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan koperasi yang berusaha berusaha menciptakan manfaat ekonomi.

“UMKM dan koperasi merupakan badan usaha yang terpinggirkan. Sebab mereka tidak memiliki skala dan akses pasarnya masih sulit,” ujar Tanri menjelaskan hasil pengamatannya.

Selama ini industrialisasi selalu mengandalkan kegiatan impor bahan baku, sehingga produk UMKM tidak mampu berkompetisi. Seharusnya, industrialisasi yang diterapkan berbasis komoditi.

Tanri mengusulkan agar UMKM dan koperasi dapat bertahan, maka perlu dibentuk Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). Manajemen korporasi memainkan peran penting dalam pembentukan ini.