Kiprah menjadi drummer jazz di acara-acara besar di Indonesia diawali saat ia menjadi Best Young Talent dalam Jazz Goes To Campus. Dari sana ia mengenal Idang Rasjidi. Melalui Idang lah, Mahesa didorong bergabung bersama komunitas pemain-pemain jazz. Sejak saat itu ia sering ke panggung-panggung besar, salah satunya Java Jazz.

Ingin Mengajar dan Mendirikan Sekolah Musik

Saat ditanya apakah ia akan tetap menjadi pemain musik atau bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya, mahasiswa Manajemen FEB angkatan 2013 ini berharap dapat menggabungkan semuanya. “Selain ingin mengajar aku juga ingin punya sekolah musik atau studio recording,” jawab Mahesa.

Berangkat dari pengalamannya menjadi siswa di Kolose De Britto Jogja dan les musik, Mahesa ingin membuat sistem pendidikan les musik yang lebih mendukung perkembangan bermusik bagi anak. Saat menjadi siswa, ia merasakan betul sistem pendidikan yang tidak memaksa anak memiliki kemampuan yang sama. Di SMA, ia merasakan peran guru yang juga dapat mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dengan memberikan treatment yang tepat.