Mahasiswa UGM Susun Peta Jalur Evakuasi Tsunami Bagi Tuna Netra

29

Program pengabdian masyarakat  ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat penyandang tuna netra yang tangguh dalam menghadapi bencana. Selain membuat peta evakuasi bencana, kelimanya juga melakukan sosialisasi dan pelatihan pengurangan risiko bencana bagi penyandang tuna netra dan keluarganya beserta ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana desa Parangtritis. Dalam pelaksanaannya menggandeng mitra ASB Indonesia yaitu LSM yang berfokus pada isu kebencanaan terhadap difabel.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa diterapkan di berbagai daerah Indonesia lainnya,” tuturnya.

Sementara Slamet Riadi, salah satu warga difabel netra yang tinggal di dusun Mancingan desa Parangtritis mengaku terbantu dengan dibuatnya peta taktual ini. Menurut dia peta taktual jalur evakuasi bencana tsunami ini dapat membantunya mengenali letak titik evakuasi apabila terjadi bencana gempa berpotensi tsunami.

Kehadiran peta taktual jalur evakuasi bencana tsunami dan kegiatan sosialisasi pengurangan risiko bencana yang dilakukan mahaisswa UGM ini juga disambut positif Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana, Suroso. Kedepan dia pun akan melibatkan para penyandang tuna netra dalam pelatihan pengurangan risiko bencana.(Humas UGM/Ika)