Mahasiswa UGM Manfaatkan Tulang Kambing untuk Material Pengganti Tulang Rusak

25
Ilustrasi: Bone graft ini sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang. Foto: Humas UGM
Ilustrasi: Bone graft ini sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mahasiswa UGM, Valentino Alberto Muktiwibowo dan Alfin Lanagusti (FKG), serta Pradnya Paramitha Dewandani (Fakultas Farmasi), berhasil mengolah tulang kambing menjadi material tiruan yang digunakan untuk memperbaiki tulang yang rusak (bone graft).

Bone graft ini sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang.

Berfungsi sebagai material pengisi atau pengganti tulang yang rusak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua peneliti bone graft tulang kambing, Valentino, pada, Kamis (10/10/2019) saat Konferensi Pers di Laboratorium Riset Terpadu FKG UGM.

Dirinya menambahkan, kebutuhan akan jaringan tulang di Indonesia sangat tinggi.

Tak hanya berperan membantu pasien patah tulang, jaringan tulang juga dibutuhkan untuk menangani kerusakan gigi.

“Ada 24 juta kasus patah tulang per tahunnya di Indonesia. Belum lagi kerusakan gigi dan keganasan yang kasusnya mencapai 70 persen yang itu pun membutuhkan jaringan tulang,” ujar Valentino.

Bank jaringan, kata Valentino, belum begitu banyak di Indonesia.

Mahasiswa UGM, Valentino Alberto Muktiwibowo dan Alfin Lanagusti (FKG), serta Pradnya Paramitha Dewandani (Fakultas Farmasi), berhasil mengolah tulang kambing menjadi material tiruan yang digunakan untuk memperbaiki tulang yang rusak (bone graft). Foto: Humas UGM
Mahasiswa UGM, Valentino Alberto Muktiwibowo dan Alfin Lanagusti (FKG), serta Pradnya Paramitha Dewandani (Fakultas Farmasi), berhasil mengolah tulang kambing menjadi material tiruan yang digunakan untuk memperbaiki tulang yang rusak (bone graft). Foto: Humas UGM

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua

Sampai saat ini tercatat baru ada tiga bank jaringan yang berada di Jakarta, Batam, dan Padang.

Sementara untuk pemenuhan akan material pengisi tulang masih bergantung pada impor.

“Selama ini pemenuhan akan material cangkok tulang masih dengan impor dari negara lain dengan harga yang relatif mahal. Karenanya kami melakukan penelitian untuk pengembangan bone graft dalam negeri,” jelas Valentino.

Berangkat dari kondisi tersebut, tiga mahasiswa ini melakukan penelitian terkait bone graft, dibawah bimbingan Dr. drg. Archadian Nuryanti, M. Kes.

Penelitian dibantu oleh dana hibah melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) 2019.

Archadian menjelaskan pemilihan tulang kambing sebagai materi bone graft karena ketersediaannya yang melimpah.

Di samping itu, bone graft belum dimanfaatkan secara maksimal.

Archadian memaparkan, bone graft memiliki struktur mikro yang mirip dengan tulang manusia.

Baca juga: Alasan Pasien Kanker Payudara Berobat ke Pengobatan Tradisional