Selain itu, sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan obat. Namun, dikatakan Ayu, tidak semua jenis gulma bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan obat. Berawal dari hal tersebut dia bersama dengan rekan-rekannya berusaha mencari solusi penanganan gulma yang tumbuh dengan pesat dan dalam jumlah besar.

Program Weeds Fertilizer yang mereka buat juga berhasil mendapatkan dana hibah dari Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat. Saat ini program telah dilaksanakan di Dusun Temanggung, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Tempel, Sleman.

Gulma dengan tekstur keras dimanfaatkan untuk kompos, sementara gulma dengan tekstur berair dijadikan pupuk cair. Sedangkan gulma berkayu dimanfaatkan sebagai biochar.

“Gulma yang diolah menjadi berbagai produk tersebut bisa menyuburkan tanaman dan memperbaiki struktur tanah.Selain itu memgolah gulma jadi pupuk diharapkan bisa mengurangi biaya pembelian pupuk petani,” tuturnya.(Humas UGM/Ika)