KAGAMA.CO, YOGYAKARTA-Mahasiswa UGM asal Sulawesi Tengah mendirikan Posko Peduli Sulawesi Tengah Yogyakarta. Posko ini bertempat di Asrama Mahasiswa Putera Sulawesi Tengah di Jalan Kapten Laut Samadikun, No. 8, Wironangun, Margangsan, Kota Yogyakarta (Samping SMA Bokpri 2).

Aksi peduli bencana ini digagas oleh Suleman dan teman-temannya, sesaat setelah gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/09/2018). Suleman merupakan mahasiswa Magister Ketahanan Nasional, konsentrasi Manajemen Start Up dan E-commers UGM. Mahasiswa angkatan 2018 ini juga merupakan putra daerah Sulawesi Tengah. Di Posko ini, ia lantas menjadi koordinator informasi dan media.

“Posko ini menjadi posko terpadu. Ada dua hal yang kami lakukan di sini. Yang pertama menjadi posko informasi, yang kedua menjadi posko penyaluran bantuan,” ujarnya kepada Kagama, Minggu (30/09/2018).

Posko ini, kata Suleman, melakukan pendataan seluruh mahasiswa maupun warga Sulawesi Tengah yang ada di Yogyakarta. Tujuannya untuk memastikan bahwa mereka telah mendapatkan akses komunikasi dengan keluarga atau kerabat mereka yang ada di lokasi terdampak.

“Semua informasi yang kami dapatkan akan kami koordinasikan dengan BNPB dan Komisi I DPRD DIY bersama dengan Badan SAR nasional dan Kesbangpol. Dari data yang ada, kami ingin melakukan pendampingan kepada mereka yang belum maupun yang sudah memiliki akses informasi kepada keluarganya, serta yang telah menerima kabar duka dari sana,” tutur Penerima Beasiswa Pemuda Berprestasi Kemenpora 2018 ini.

Bagi mahasiswa yang telah menerima kabar duka, lanjutnya, pihaknya akan melakukan aksi cepat untuk menjemput, melakukan pendampingan psikologis, serta akan mencarikan jalan untuk kembali ke Sulawesi Tengah. Tetapi, solusi tersebut baru diberlakukan jika yang bersangkutan telah siap secara psikologis.

Suleman bersama tim hari ini gencar menyebarkan informasi seluas-luasya kepada para perantau dari Sulawesi Tengah di Yogyakarta untuk datang ke Asrama Mahasiswa Putera Sulawesi Tengah, atau mengisi form guna memudahkan pendataan, yakni berupa identitas dan keluhan-keluhan yang dihadapi (https://bit.ly/2NaYFD4).

Selain itu, pihaknya kini tengah melakukan penggalangan di 8 titik dan menyiapkan tenaga yang siap mengambil tindakan cepat. Adapun bantuan dana bisa ditransfer melalui Rekening Bank Mandiri a.n. Belvi Leronza 137-00-1109796-7, Bank BNI a.n. Hendrawan 0724092762, Bank BRI a.n. Muh. Nurul Huda 0245-01-050954-50-4, dan konfirmasi transfer ke nomor 0823-3333-4012.

“Sekarang kendalanya adalah kami tidak memiliki akses transportasi langsung ke kota Palu. Padahal kami memiliki informasi yang valid hasil laporan-laporan yang kami terima dari warga kami yang belum ditangani di lapangan. Kami sangat perlu untuk dilibatkan dalam upaya penanganan mitigasi yang ada,” pungkasnya.(Taufiq Hakim)