Mahasiswa UGM Ciptakan “BEST”, Tote Bag Ramah Lingkungan

318

BULAKSUMUR, KAGAMA – Sampah kantong plastik menimbulkan masalah bila tidak diantisipasi. Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan alternatif solusi sampah kantong plastik. Mereka mengkreasi tas ramah lingkungan. Hasil inovasi diberi nama BEST, singkatan dari atau Baggy Expert of Shopping and Travelling.

Nadia Atina Solihati, mahasiswi  Fakultas Kedokteran (FK) UGM mengilustrasikan, BEST merupakan produk inovasi tote bag (tas jinjing) dengan konsep  ramah lingkungan dan fashionable. Ia bersama empat rekan kuliahnya, yaitu Adi Wahyu Saputra (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Evita Dwi Nastiti (FK), Fajar Arumningtyas (FK), dan Bernadheta Sari Jasmine (Fakultas Teknik) dengan dosen pembimbing dr. Arta Farmawati, Ph D (Departemen Biokimia FK UGM) mengawali dengan mengkaji permasalahan sampah dan alternatif proses daur ulangnya.

Mereka pun mengajukan proposal kepada Pendidikan Tinggi hingga dinyatakan lolos seleksi dan mendapatkan support dana pada ajang PKM Bidang Kewirausahaan (PKM-K) 2017. Inovasi mereka dilatarbelakangi oleh penciptaan  tas ramah lingkungan (reusable) dengan gaya kekinian yang trendi. Selain itu, kehadiran BEST juga sebagai solusi alternatif atas permasalahan sampah kantong plastik yang ada di Yogyakarta.

Mereka mendapakan data Kota Yogyakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia dengan persoalan  sampanya yang mencapai sekitar 220 ton per harinya. Sementara itu, hanya 80% dari 220 ton yang terangkut sedangkan 20% sisanya masih belum bisa teratasi.

“Masyarakat saat ini lebih suka sesuatu yang praktis dan nggak ribet, enak dibawa ke mana-mana, bisa untuk travelling dan shopping. Melihat potensi itu kami mencoba untuk memodifikasi tas seperti tote bag menjadi tas multifungsi tapi tetap fashionable. Selain itu, kita juga ingin mendukung Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, “ tutur Nadia, Kamis (8/6/2017) kepada wartawan di UGM.

Tote bag (tas jinjing) bermerk BEST hasil kreasi Nadia Atina Solihati dan empat kawannya sebagai solusi alternatif mengatasi masalah sampah di Yogyakarta (Foto ISTIMEWA)
Tote bag (tas jinjing) bermerk BEST hasil kreasi Nadia Atina Solihati dan empat kawannya sebagai solusi alternatif mengatasi masalah sampah di Yogyakarta (Foto ISTIMEWA)

Dikatakannya, kelebihan BEST jika dibandingkan totebag yang beredar di pasaran, yaitu pada segi kapasitasnya. BEST dilengkapi  resleting di bagian sisi kanan dan kirinya. Tujuannya, agar tas bisa diperbesar sehingga bisa memuat barang dalam jumlah banyak. Perbesarannya sendiri mencapai 48% dari ukuran normal yaitu yang tadinya sekitar 12 liter menjadi 17,5 liter.

Selain itu, BEST juga dilengkapi  jaring di bagian atasnya sehingga jika memuat barang dalam jumlah banyak tidak akan tumpah dan tetap aman. Kelebihan lainnya, pada bagian dalam atas BEST terpasang saku yang diperuntukkan untuk menyimpan handphone atau dompet sehingga lebih mudah dijangkau tangan.

“Tidak seperti totebag pada umumnya, BEST dapat diperbesar. Jadi, cocok buat belanja bulanan. Selain itu, dilengkapi jaring untuk pengaman bagian atasnya, “jelas Nadia.

Masalah kualitas bahan tidak perlu diragukan lagi. BEST menggunakan kain kanvas sebagai bahan luarannya sehingga tampil trendi dan kekinian. Selain itu, kain kanvas juga dapat menyesuaikan ukuran sesuai dengan fungsi utama BEST yang dapat diperbesar. Sedangkan untuk bahan dalamnya, BEST menggunakan WP Parasut yang mana bahan ini tahan air dan mudah dibersihkan, cocok saat digunakan untuk membawa sayur atau buah yang berair dan barang yang mudah tumpah.

Sasaran produk BEST adalah kaum hawa, mulai pelajar, mahasiswa maupun dewasa. Pada dasarnya, kaum hawa minat belanjanya sangat tinggi. Selain itu, pada saat travelling juga membutuhkan tas dengan kapasitas yang besar namun tetap fashionable agar tidak terkesan norak. Dengan adanya BEST  diharapkan dapat memberi solusi saat shopping maupun travelling dengan mengedepankan ramah lingkungan namun tetap tampil fashionable. [Humas UGM/Satria/rts]