Mahasiswa UGM Berhasil Temukan Metode Efektif Pencegahan Buta Mata  

162
Waldensius Girsang berhasil memperoleh gelar doktor dari FK-KMK UGM pada 3 Februari 2020. Foto: Hello Sehat
Waldensius Girsang berhasil memperoleh gelar doktor dari FK-KMK UGM pada 3 Februari 2020. Foto: Hello Sehat

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Seiring bertambahnya usia, fungsi organ-organ dalam tubuh akan mengalami penurunan.

Begitu juga yang terjadi pada indera penglihatan, mata.

Seseorang yang memiliki usia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih besar mengalami ablasio retina.

Apa itu ablasio retina? Secara sederhana, istilah ini digunakan untuk mendeksripsikan gangguan ketika retina (selaput bening di belakang mata) terlepas dari bagian belakang mata.

Kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya penglihatan hingga kebutaan apabila tidak segera ditangani.

Baca juga: Mulai dari Jurnalis hingga Penyanyi, Ini Prospek Jurusan Filsafat

Tanda-tanda yang muncul dari ablasio retina di antaranya adalah pandangan kabur, munculnya kilatan cahaya kala melihat ke arah samping, dan adanya area gelap pada sebagian bidang penglihatan.

Meski begitu, ablasio retina tidak menyebabkan rasa sakit pada mata.

Gangguan mata yang satu ini membuat Waldensius Girsang tergerak untuk mencari solusinya.

Dia lantas melakukan penelitian  yang dituangkan dalam disertasi berjudul Pengembangan Metode Baru Retinektomi Relaksasi Radial yang Efektif dengan efek samping Minimal pada Ablasio Retina dengan Vitreoretinopati Proliferatif Tingkat lanjut.

“Saya membuat metode baru untuk mengoperasi saraf mata pada gangguan ablasio retina melalui retinektomi relaksasi radial,” kata Waldensius, saat mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar doktor di FK-KMK UGM, Senin (3/2/2020), melansir Koran Jakarta.

Baca juga: Kata Pemkab Soal Perundungan Siswi SMP di Purworejo