KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Aula Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM) dipenuhi wisudawan beserta keluarga, Rabu (21/2/2018). Di sisi lain, saat wisudawan beserta orangtua berada di dalam aula GSP UGM, banyak mahasiswa aktif dengan korsa-korsa jurusan mereka menanti wisudawan keluar dari aula.

Kebahagiaan upacara wisuda tidak hanya dirasakan oleh yang lulus, tetapi juga oleh mereka yang belum lulus, baik teman seangkatan, adik tingkat hingga teman KKN. Umumnya mereka hadir setelah wisudawan selesai dari kegiatan di dalam aula, dengan membawa buket bunga, boneka kelulusan, buket makanan yang biasa dijual di sekitar lapangan GSP.

Mahasiswa "supporter" berikut perlengkapan tetabuhan drum menyambut gembira kawan mereka yang telah diwisuda [Foto Seraphina Dewanti/KAGAMA]
Mahasiswa “supporter” berikut perlengkapan tetabuhan drum menyambut gembira kawan mereka yang telah diwisuda [Foto Seraphina Dewanti/KAGAMA]
Pemandangan berbeda ketika kita melihat di depan lapangan GSP UGM, tepat di atas tangga di depan persi tulisan “Grha Sabha Pramana”. Di sana terdapat beberapa mahasiswa aktif dari Jurusan Teknik Mesin yang sedang persiapan membawa bendera dan drum menyambut wisudawan dari jurusannya.

Tidak jauh berbeda dengan Teknik Mesin, Teknik Kimia juga melakukan hal yang sama. Selang beberapa lama, mahasiswa Teknik Jaringan,  Teknik Geologi, dan Sekolah Vokasi Teknik Mesin ikut membuka lapak di kanan-kiri Teknik Mesin.  Terakhir Teknik Geodesi yang ikut memeriahkan lapangan siang itu.

Seremonial yang dilakukan mahasiswa ini sudah biasa terjadi di setiap acara wisuda di UGM.  Para mahasiswa melakukan supporteran tersebut dalam rangka mendukung, menyambut dan turut berbahagia atas kelulusan teman-teman mereka.

“Ini sudah menjadi tradisi dari dulu, ya kan dulu kita menyambut mereka masuk kuliah. Sekarang kita mengantar mereka keluar dari kampus,” kata Akbar, mahasiswa Teknik Mesin.