Mahasiswa Biologi UGM Bicarakan Soal Perubahan Iklim dalam Forum Internasional

151
Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, Annisa Sholikhah, berkesempatan menjadi kandidat 70th Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary). Foto: Biologi UGM
Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, Annisa Sholikhah, berkesempatan menjadi kandidat 70th Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary). Foto: Biologi UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, Annisa Sholikhah, berkesempatan menjadi kandidat 70th Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary).

Acara ini diprakarsai oleh pemerintah Jerman sebagai wadah pertukaran informasi soal sains antarpeneliti dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Annisa menyampaikan perihal penelitian dan pengalaman sebagai seorang ilmuwan.

Dia juga berdisukusi dengan para peneliti muda lain dengan membahas berbagai aspek.

“Sejatinya, acara 70th Nobel Laureate Meeting for Science ( interdisciplinary) diadakan pada Juni hingga awal Juli, sementara 7th Lindau Nobel Laureate Meeting for Economy pada Agustus.”

Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, Annisa Sholikhah, berkesempatan menjadi kandidat 70th Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary). Foto: Biologi UGM
Mahasiswa Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, Annisa Sholikhah, berkesempatan menjadi kandidat 70th Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary). Foto: Biologi UGM

Baca juga: Ketua Dewan Riset Nasional Sebut Alasan Jepang Unggul dalam Inovasi Makanan Lokal

“Namun, lantaran pandemi virus corona, acara ini ditunda hingga 2021,” jelas Annisa.

Kendati demikian, Annisa bisa mengikuti Online Sciathon dengan enam peneliti muda dari berbagai negara dalam Lindau Nobel Laureate Meeting (interdisciplinary)Lindau Nobel Laureate Meeting: First Online Sciathon 2020 and Online Science Days 2020.

Annisa tergabung dalam grup Altmann yang mendiskusikan penggunaan teknologi untuk mengkomunikasikan soal perubahan iklim.

“Kami menekankan keikutsertaan masyarakat umum sebagai tokoh utama yang ikut serta dalam mengurangi  perubahan iklim,” imbuhnya.

Selain Annisa, ada dua kandidat lain dari UGM, yakni dua mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada.

Science Days 2020 juga menjadi kesempatan emas bagi Annisa dan teman-temannya untuk bertemu dan berdiskusi dengan 38 pemenang nobel.

Mereka antara lain Frances H. Arnold (Nobel Prize in Chemistry 2018), Abhijit Banerjee (Nobel Prize in Economy 2019), Bruce A. Beutler (Nobel Prize in Physiology or Medicine in 2011). (Ez/-Th)

Baca juga: 19 Tahun Jadi Jurnalis, Alumnus Sosiologi UGM Ini Merasa Terbantu dengan Ilmunya Selama Kuliah