Magetan Telah Berusia 345 Tahun, Bupati Pertamanya adalah Kepala Pelabuhan Semarang

15
(Ilust. Telaga Sarangan) Pernikahan antara Basah Gondokusumo dengan anak Ki Ageng Mageti, Sedah Mirah Windari, melatarbelakangi berdirinya Kabupaten Magetan. Foto: Piknikasli
(Ilust. Telaga Sarangan) Pernikahan antara Basah Gondokusumo dengan anak Ki Ageng Mageti, Sedah Mirah Windari, melatarbelakangi berdirinya Kabupaten Magetan. Foto: Piknikasli

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Senin (12/10/2020) Magetan berulang tahun ke-345. Kabupaten yang ada di ujung barat Jawa Timur itu ternyata sudah sepuh.

Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara, LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum., menyebut bahwa Magetan berdiri pada saat zaman keemasan Kesultanan Mataram.

Tepatnya saat Kanjeng Sinuwun Sri Susuhunan Amangkurat menjabat sebagai raja (memerintah pada 1645-1677).

Kala itu, Mataram punya satu penasihat agung yang begitu dihormati oleh Amangkurat.

Dia adalah Ki Ageng Mageti, yang tinggal di Kademangan Gandong Kidul Mandragiri, kaki Gunung Lawu.

Baca juga: Ganjar Pranowo Temui Pendemo UU Cipta Kerja dan Ajak Nyanyi Dangdut Bareng

“Ki Ageng Mageti masih keturunan Empu Sedah, pujangga Keraton Daha Kediri,” ujar Purwadi kepada Kagama.

“Brahmana linuwih ini gemar melakukan lara lapa tapa brata, mahas ing ngasepi manjing wana wasa, tumuruning jurang curi,” sambung alumnus Fakultas Filsafat dan Fakultas Ilmu Budaya UGM ini.

Menurut Purwadi, Ki Ageng Mageti mendidik putra-putri bangsawan Mataram di Padepokan Mondrogiri.

Keluarga kerajaan dari bupati Bang Wetan, Bang Kulon, dan daerah Pesisir juga digembleng di sana.

Bahkan ,padepokan asuhan Ki Ageng Mageti juga ikut mendidik Raden Mas Rahmat selama dua tahun.

Baca juga: Pakar Transportasi Alumnus UGM: Desa Selalu Jadi Penyelamat Kehidupan Kota