M. Yamin  Pulangkan Ratusan Mahasiswa Indonesia di Belanda yang Tak Lulus-Lulus di Era 50-an

102
Banyak mahasiswa Indonesia di Belanda yang melampaui batas masa studi. Mereka terpaksa dipulangkan. Foto: Harian Kompas
Banyak mahasiswa Indonesia di Belanda yang melampaui batas masa studi. Mereka terpaksa dipulangkan. Foto: Harian Kompas

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak dulu telah banyak mahasiswa yang berasal dari Indonesia belajar dan berkuliah di Belanda.

Bahkan para pendiri bangsa dan tokoh Indonesia banyak yang menghabiskan masa mudanya di negeri Belanda.

Namun di awal tahun awal 50- an tak lama setelah Konfrensi Meja Bundar terlaksana, beberapa tahun sebelumnya muncul polemik mengenai keberadaan mahasiswa Indonesia di Belanda.

Hal tersebut tercatat dalam liputan khusus Majalah Gadjah Mada edisi Agustus 1954.

Liputan tersebut dilaksanakan dalam rangka kunjungan tiga menteri ke Belanda, yaitu Menteri Luar Negeri, Perekonomian, dan PPK.

Baca juga: Plontjo dan Plontji dalam Penyambutan Mahasiswa Baru UGM Tahun 50-an

Kunjungan tersebut guna meninjau keberadaan mahasiswa Indonesia sekaligus membicarakan rencana pemindahan mahasiswa.

Kala itu para Menteri bertemu dengan mahasiswa dan berdialog pada 6 Agustus 1954 di Kurhaus Den Haag, bekas ruangan Konfrensi Meja Bundar.

Dalam pertemuan  tersebut Menteri Luar Negeri Sunarjo mendapat giliran pertama berpidato di hadapan para mahasiswa.

Ia menyampaikan mengenai politik bebas aktif sebagai haluan Indonesia dalam membina hubungan luar negeri.

Selain itu ia juga mengenalkan adanya konfrensi lintas bangsa yang digagas oleh Indonesia, yaitu Konfrensi Asia Afrika.

Baca juga: Liburan Semester ala Mahasiswa Jadul UGM; Dari Upacara, Bar Mini, hingga Menggelar Pernikahan