Pada akhirnya kata menyerah itu tidak pernah ia lakukan. Ia meyinggung peran kedua orang tuanya dalam melalui momen terpuruk tersebut. “Aku sangat bersyukur keluargaku suportif banget,” tutur pria asal Bali ini.

Tahun ketiga sepertinya memang menjadi tahun yang paling menantang bagi Danny. Selain depresi ia juga pernah mengalami sakit di hari ujian. Waktu itu H-1 ujian praktik, ia mengalami demam tinggi dan batuk-batuk. Meski sedang dilanda sakit ia tetap datang ujian. Celakanya, karena sakit tersebut ia banyak melakukan hal konyol ketika ujian.

Misalnya saat ujian membantu proses kelahiran, karena batuk-batuk ia malah menjatuhkan bayi yang dilahirkan. Untung saja bayinya hanya maneken (boneka peraga).

Momen-momen tersebut juga mengingatkan Danny betapa besarnya karunia Tuhan. Menurutnya sebesar apapun usaha manusia apabila tak ada campur tangan Tuhan tidak akan membuahkan hasil.