“Generasi Y lebih memikirkan kontribusi apa yang bisa diberikan kepada perusahaan dan lingkungan sosial, mereka beraggapan bahwa jabatan dan gaji akan datang seiring dengan kontribusi yang mereka berikan,” ujar Sumaryono.

Sumaryono menjelaskan bila Generasi Y tidak merasa memberikan bagi perusahaan dan lingkungan sosial maka mereka akan keluar. Mereka akan mencari pekerjaan baru yang membuat keberadaan mereka bermanfaat dan dapat berkontribusi baik bagi perusahaan maupun lingkungan sosial. Hal itu menurut Generasi Y ingin selalu dilibatkan dalam kemajuan perusahaan dan lingkungan sosial sehingga mereka cenderung menyukai challenge yang dapat memberi solusi bagi perusahaan dan lingkungan sosial. Dampaknya bila itu tidak terpenuhi, banyak pekerja dari Generasi Y lebih memilih mundur dari perusahaan yang diikutinya dan mencari pekerjaan sesuai passion mereka.

“Ada dua cara untuk mengatasi fenomena tersebut, yakni enrichment dan enlargement tugas kerja Generasi Y,” jelas Sumaryono. (Humas UGM/Catur)