Langkah Wakil Bupati Banyumas Alumnus UGM Perketat Penjagaan Larangan Mudik

71
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan, sebagian di antara ribuan pemudik yang datang ke Banyumas menggunakan travel gelap. Foto: Humas Pemkab Banyumas.
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan, sebagian di antara ribuan pemudik yang datang ke Banyumas menggunakan travel gelap. Foto: Humas Pemkab Banyumas.

KAGAMA.CO, BANYUMAS – Selama pandemi Covid-19, Pemerintah melakukan pelarangan mudik bagi wilayah PSBB dan zona merah.

Meskipun demikian, masih ada pemudik yang nekat pulang ke kampung halaman, bahkan mereka sampai menyewa travel gelap.

Travel atau oknum yang mengatasnamakan travel ini, memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk mencari keuntungan dengan cara ilegal.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan, sebagian di antara ribuan pemudik yang datang ke Banyumas menggunakan travel gelap tersebut.

“Mobil travel diisi empat penumpang, dengan tarif penumpangnya sebesar Rp500.000.”

Baca juga: Pesan Terakhir Didi Kempot kepada UGM

“Biasanya mereka berangkat malam hari bakda isya dan diharapkan tiba di Banyumas sebelum jam sahur, sehingga bebas dari pantauan,” ungkapnya pada Sabtu (02/05/2020).

Untuk menertibkan travel-travel gelap tersebut, alumnus Fakultas Geografi UGM ini berkoordinasi dengan Kapolresta dan Kasatlantas Banyumas.

Pemkab Banyumas memberikan informasi seputar kontak travel-travel tersebut. Dia berharap informasi tersebut bisa ditindaklanjuti.

Sadewo juga memerintahkan Kapolresta dan Kasatlantas setempat untuk meningkatkan penjagaan yang ketat, terutama di berbagai perbatasan antar daerah.

Di samping itu, juga menjaga di jalan-jalan tikus. Mengingat ada beberapa pemudik dengan kendaraan pribadi dan travel gelap, memanfaatkan jalan tikus tersebut untuk masuk ke wilayah Banyumas.

Baca juga: Gotong Royong KAGAMA Sumut Bantu Pemerintah Lawan Covid-19