Langkah PT Pembangkitan Jawa-Bali untuk Bisa Bertahan di Era Disruptif

58
Direktur SDM dan Administrasi PT Pembangkitan PJB, Karyawan Aji, hadir dalam webinar KAGAMA Human Capital, Sabtu (12/9/2020). Aji adalah alumnus Teknik Nuklir UGM. Foto: Ist
Direktur SDM dan Administrasi PT Pembangkitan PJB, Karyawan Aji, hadir dalam webinar KAGAMA Human Capital, Sabtu (12/9/2020). Aji adalah alumnus Teknik Nuklir UGM. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – KAGAMA Human Capital menggelar seri kedua webinar Leadership During Crisis in VUCA Era, Sabtu (12/9/2020).

Narasumber yang didatangkan pada kesempatan kali ini adalah Karyawan Aji Sutopo (Direktur SDM dan Administrasi PT Pembangkitan Jawa-Bali) dan Dharma Syahputra (Direktur Umum dan Human Capital PT Kimia Farma Tbk). Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PP KAGAMA Ganjar Pranowo.

Karyawan AJi dalam pemaparannya mengatakan, sebagai perusahaan pembangkitan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sangat rentan menghadapi era disruptif.

Pasalnya, ke depan akan bermunculan pembangkit energi baru yang lebih efisien, seperti dari energi baru dan terbarukan.

Meskipun demikian, hingga saat ini PT PJB memiliki kontribusi 27 persen listrik di Indonesia.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Penyuluhan kepada Petani

Menurut Aji, PJB sekarang mengelola 18.436 megawatt dengan operasional dari Aceh sampai Papua

“Karena PJB bertumpu pada penjualan energi listrik, tentu ke depan ada berbagai macam kendala kendala,” kata Aji.

“Kendala-kendala itu seperti over capacity, Covid-19, market shifting, dan kebutuhan akan orang-orang yang memiliki kapabilitas,” jelas alumnus Teknik Nuklir UGM ini.

Sebagai perusahaan BUMN yang mengurusi 3155 karyawan (belum termasuk anak perusahaan), Aji menyadari PT PJB tidak boleh asal mem-PHK.

Hal itu menjadi tantangan secara human capital bagi PT PJB untuk melakukan berbagai upaya demi mampu bertahan.

Baca juga: Pengalaman Berharga Febby Jadi Dokter Relawan Covid-19: Meningkatkan Rasa Kemanusiaan