Langkah Penting yang Harus Diambil Pemimpin Perusahaan dalam Menghadapi Krisis

96

Baca juga: Upaya Andi Afdal Membangun Ekosistem Digital BPJS Kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Dalam pengalamannya saat masih menjadi karyawan Telkomsel, dia mengaku perusahaannya itu tergolong sehat.

Namun, Telkomsel tiba-tiba saja dihantam kondisi pailit pada 2016.

“Pailit artinya apa? Perusahaan ini tidak mampu mengambil keputusan-keputusan penting dalam bisnisnya. Tidak bisa moving forward,” ujar Dharma.

“Kondisi karyawan sangat kebingungan. Para leader, terutama human capital, harus berperan dalam membangun komunikasi untuk menghadapi situasi seperti ini,” terangnya.

Dharma lantas menjelaskan apa saja langkah penting yang harus diambil oleh seorang pemimpin dalam melalui krisis.

Baca juga: Ilmu Biologi Menunjang Karier Sumirat dalam Pemberantasan Narkoba

Pertama, seorang pemimpin harus punya jiwa kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang baik, menurut Dharma, juga menjadi kunci dalam menghadapi disrupsi dan transformasi digital.

Memupuk kapabilitas di dunia digital memang penting bagi seorang pemimpin.

Namun, yang tidak boleh ketinggalan adalah kemampuan mereka dalam membangun jiwa kepemimpinan.

Hal yang bisa membawa perusahaan memilih sendiri jalan digitalisasi yang ditempuh.

“Respons terhadap digital itu sangat banyak. Maka seorang pemimpin dengan visi digital yang tepat bisa membawa kita ke arah transformasi digital,” ujar Dharma.

Baca juga: Mengembangkan Karier dan Fungsi Perawat Lewat Nursepreneur