Langkah Penting yang Harus Diambil Pemimpin Perusahaan dalam Menghadapi Krisis

88
Direktur Umum dan Human Capital, PT Kimia Farma Tbk., Dharma Syahputra, menyampaikan langkah yang mesti diambil seorang pemimpin dalam sebuah situasi krisis seperti pandemi. Foto: Ist
Direktur Umum dan Human Capital, PT Kimia Farma Tbk., Dharma Syahputra, menyampaikan langkah yang mesti diambil seorang pemimpin dalam sebuah situasi krisis seperti pandemi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Direktur Umum dan Human Capital, PT Kimia Farma Tbk., Dharma Syahputra menjadi salah satu pengisi dalam webinar yang digelar KAGAMA Human Capital, Sabtu (12/9/2020).

Webinar ini merupakan seri kedua dari tema Leadership During Crisis in VUCA Era.

Dalam pemaparannya, Dharma melihat disrupsi digital yang terjadi dalam delapan tahun terakhir menciptakan krisis baru bagi dunia bisnis.

Dharma mencontohkan, ada perusahaan taksi yang tersaingi oleh perusahaan digital yang tidak punya satu pun mobil.

Namun demikian, menurut Dharma, kedatangan pandemi Covid-19 memunculkan dampak disruptif yang tidak kalah serius.

Baca juga: Transformasi Digital Mampu Melepaskan Indonesia dari Middle Income Trap

“Bahkan boleh dibilang Covid-19 adalah steroid (pemicu -red) dari digital disruption yang sesungguhnya,” kata Dharma.

“Karena tiba-tiba saja kita melek digital. Yang tadinya kita pelan-pelan bermigrasi ke digital, hari ini kita bisa bicara digital dengan sangat lancar,” jelasnya.

Di sisi lain, alumnus Magister Manajemen UGM angkatan 2002 ini juga melihat fenomena perusahaan digital yang tadinya menggeser bisnis konvensional, kini terdisrupsi akibat Covid-19.

Hal itu seperti yang dialami perusahaan kemitraan jaringan hotel Airbnb.

Hanya saja, Dharma menyadari, krisis selalu terjadi di sebuah bisnis, tidak hanya saat ada kejadian besar seperti pandemi.

Baca juga: Banyak Diminati, Begini Tantangan Menjalankan Bisnis Jasa Maternity dan New Born Baby Photography