Langkah G2R Tetrapreneur Perkuat BUMDesa di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

88
Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah memaparkan strategi G2R Tetrapreneur dalam memperkuat BUMDesa untuk mempertahankan ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru. Foto: Ist
Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah memaparkan strategi G2R Tetrapreneur dalam memperkuat BUMDesa untuk mempertahankan ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebutkan, lebih dari 61% masyarakat Indonesia tinggal di wilayah perdesaan.

Sehingga tidak heran jika wilayah perdesaan menjadi salah satu pusat perekonomian nasional.

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi desa adalah membentuk BUMDesa.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, IPU, ASEAN.Eng, mengatakan, BUMDesa merupakan pendekatan baru dalam pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut dilakukan dalam bentuk pemberdayaan secara maksimal potensi desa untuk kemandirian ekonomi desa.

Baca juga: 2 Dosen Fakultas Peternakan Masuk Rekor MURI Usai Teliti Pakan Sapi Marker DNA

“Namun, beberapa BUMDesa yang ada saat ini ‘menciptakan’ potensi baru yang tidak sesuai dengan kearifan lokal desa, sehingga perlu dilakukan revitalisasi BUMDesa. Supaya potensi yang ada di Desa dapat dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Hal tersebut Panut sampaikan dalam  seminar nasional bertajuk Perspektif Komunikasi Krisis Pada Kompetensi Pelaku BUMDesa dan Visi Misi Lembaga Pada Pandemi Covid-19, yang digelar oleh G2R Tetrapreneur, UGM, UMS, dan PBI beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan pandangannya terkait adanya keputusan pemerintah untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi membuat para pelaku usaha kecil, menengah, maupun besar.

Menurut Rika, mereka perlu melakukan beberapa penyesuaian, utamanya menaati protokol kesehatan dalam kegiatan unit usaha mereka.

“Penyesuaian tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui komunikasi nilai ‘ala’ G2RT yang terdiri dari akal (berpikir), jiwa (semangat), dan visioner (bergerak).”

Baca juga: Kabupaten Kebumen Lahir dari Jerih Payah Adik Bupati Madiun