“Alat dipasaran mencapi 550 juta sampai puluhan miliyar. Sementara alat ini jika diproduksi massal bisa dijual dengan harga Rp. 2 juta,” jelasnya.

Disamping hal tersebut, alat ini unggul karena dikembangkan dengan sistem reduksi otomatis. Sedangkan alat lain pada umumnya pengendalian saat proses reduksi sampah dilakukan secara manual.

Kehadiran alat ini nantinya diharapkan bisa memudahkan  masyarakat dalam mengatur jumlah sampah plastik dalam tempat sampah. Tidak kalah pentingnya adalah sampah plastik dapat lebih mudah untuk ditindaklanjuti selanjutnya karena volumenya sudah diperkecil. (Humas UGM/Ika; foto:Firsto)