Tempat sampah ini juga dilengkapi dengan sensor inframerah untuk mendeteksi adanya sampah yang masuk serta mengetahui tingkat pembakaran di dalamnya. Penambahan komponen ini ditujukan agar pembakaran plasma terjadi hanya jika ada sampah yang dimasukkan kedalam tempat sampah. Dengan begitu, bisa menghemat penggunaan energi listrik.

“Tempat sampah ini juga dirancang dengan cerobong asap untuk mengeluarkan asap hasil pembakaran,” terangnya.

Alat ini bekerja dengan cara mengubah sinyal listrik menjadi tegangan listrik menengah yang dibangkitkan oleh generator plasma. Untuk penggunaannya, ketika pengguna ingin membuang sampah, cukup dengan menekan bagian bawah untuk membuka penutup. Setelah sampah masuk akan terdeteksi inframerah sehingga generator dan plasma akan hidup dan melewati pembakar plasma.