Kunci Agar Indonesia Terhindar dari Resesi Ekonomi Menurut Ekonom UGM

209
Ekonom UGM, Eddy Junarsin, Ph. D., CFP, berujar bahwa kondisi perekonomian Indonesia bakal ditentukan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III, atau tepatnya pada Juli-September 2020. Foto: Ist
Ekonom UGM, Eddy Junarsin, Ph. D., CFP, berujar bahwa kondisi perekonomian Indonesia bakal ditentukan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III, atau tepatnya pada Juli-September 2020. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pandemi virus corona yang melanda dunia membuat kondisi perekonomian sejumlah negara mengalami penurunan, termasuk Indonesia.

Ekonom UGM, Eddy Junarsin, Ph. D., CFP, berujar bahwa kondisi perekonomian Indonesia bakal ditentukan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III, atau tepatnya pada Juli-September 2020.

Dia memprediksi pada kuartal II atau April-Juni 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berada di posisi minus, antara -3,5 persen hingga 5,1 persen.

Jika terus negatif, maka akan terjadi resesi pada perekonomian Indonesia.

“Jika pemerintah tak mengambil kebijakan lebih akurat dan konsisten soal penanganan wabah virus corona di tanah air, maka dikhawatirkan resesi ekonomi bisa terjadi secara berkepanjangan,” ujar Eddy pada Kamis (16/7/2020).

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Gagas Produk Sambal Bahari Khas Balikpapan

Lulusan Australian Nasional University, Canberra ini menjelaskan, ada efek berkepanjangan jika pemerintah lambat menangani pandemi corona.

Tak hanya itu, masa pemulihan usai resesi juga bisa berjalan semakin lama.

“Pemerintah mesti memberikan stimulus, misalnya dengan membentuk jaring pengaman sosial dan insentif untuk dunia usaha.”

“Terutama jika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Nasional diterapkan secara total dalam waktu yang singkat.”

“Selain itu, dapat pula diterapkan stimulus moneter dengan cara menurunkan suku bunga, sehingga mampu menarik minat investor untuk kembali melakukan ekspansi usaha,” imbuh pria yang menamatkan studi doktoralnya di Southern Illinois University Amerika Serikat ini.

Baca juga: Dosen Ilmu Tanah UGM Bagikan Tips Bercocok Tanam Tanpa Pupuk Tambahan dan Ramah Lingkungan