Kuliner Halal Jadi Tantangan dalam Pengembangan Pariwisata DIY

119
Jaminan halal merupakan kriteria penting yang dilirik wisatawan. Foto: Native Indonesia
Jaminan halal merupakan kriteria penting yang dilirik wisatawan. Foto: Native Indonesia

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sektor pariwisata DIY secara langsung dan tidak langsung memberikan kontribusi signifikan bagi kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam acara diskusi Strategi Meningkatkan Pengembangan Pariwisata DIY, yang digelar pada Rabu (08/01/2020) di Ruang Sidang Universitas Widya Mataram.

“Kontribusi dilakukan melalui kesempatan kerja, pengembangan UMKM yang terkait cendera mata dan sejenisnya, perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, dan sebagainya,” ujar Edy.

Kuliner menjadi salah satu sektor yang memiliki andil besar.

Namun, wisatawan sering mengeluhkan makanan yang dijual di sekitar objek wisata tidak menyebutkan harga.

Wisatawan yang terlanjur membeli, kemudian kaget karena harganya tidak wajar.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UWM, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., mengatakan bahwa selain kepastian harga, kehalalan produk pangan juga harus menjadi prioritas.

Diskusi Membangun Pariwisata DIY. Foto: Humas UWM
Diskusi Membangun Pariwisata DIY. Foto: Humas UWM

Baca juga: Pariwisata Berbasis Budaya di DIY Belum Sepenuhnya Terwujud, Ini Kendala dan Strateginya

Mengacu pada UU RI No. 33 Tahun 2014, semua produk termasuk makanan, minuman, farmasi, kosmetik, dan perawatan pribadi harus halal., serta perlu memastikan bahwa produk yang tersedia di pasar Indonesia harus bersertifikat halal.

Mengutip data dari Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, dari 2012-2018, jumlah produk yang dinyatakan halal baru 10 persen dari jumlah produk yang dipasarkan.

“Yang jadi kendala utamanya, pelaku bisnis kuliner ini penghasilannya belum seberapa. Keuntungan yang didapat belum sebanding sama biaya pembuatan sertifikat,” jelas Ambar.

Sebetulnya, Disperindagkop maupun Depag sudah memberikan bantuan biaya pengurusan sertifikasi halal bagi UMKM, tetapi jumlahnya belum bisa menjamah seluruh UMKM yang ada.

Jaminan halal merupakan kriteria penting yang dilirik wisatawan.

Dengan adanya sertifikat tersebut, kata Ambar, konsumen tidak lagi ragu dengan kehalalan suatu produk.

Baca juga: Ritual Ini Membuatmu Terhindar dari Ketindihan Saat Tidur