KAGAMA.CO, SOLO – Kementerian Perhubungan fokus pada konektivitas infrastruktur transportasi untuk percepatan pembangunan nasional. Konektivitas infrastruktur transportasi tidak hanya dibangun di kota besar saja namun juga di Papua.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya pada Dialog Kebangsaan Menggagas Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan di Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Rabu (8/11/2017).

“Kita juga pikirkan bahwasanya bandara-bandara yang harus dibangun bukan saja bandara besar seperti Bandara Internasional Yogyakarta Baru di Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tapi juga membangun bandara-bandara di Papua,” terang Menhub Budi.

Menhub menambahkan bahwa masyarakat di puncak Ilaga, Provinsi Papua tidak bisa menuju ke tempat lain kecuali dengan menggunakan pesawat. Kementerian Perhubungan membangun kurang lebih empat puluh bandara.

“Di Papua, Kalimantan Utara dan Sumatera Utara kita juga membangun banyak pelabuhan, sebagai konektivitas infrastruktur transportasi untuk mempercepat pembangunan nasional,” jelas Menhub.

Dalam program pengembangan konektivitas seperti tol laut dan jembatan udara dilakukan dengan suatu rencana pengembangan transportasi multimoda secara terintegrasi.

Program pemerintah dengan menyediakan moda transportasi alternatif seperti Tol Laut dan Jembatan Udara diharapkan dapat menyeimbangkan penyebaran pembangunan dan distribusi hingga ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan di Indonesia.

Hal ini untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata bagi masyarakat Indonesia.

Menhub Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan infrastruktur  transportasi di Indonesia akan merata.
Menhub Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia akan merata.