KAGAMA.CO, BULAKSUMUR— Badannya tegap, tingginya sekitar 168 cm. Dengan tawa yang renyah, pria berkacamata itu menyapa tim KAGAMA di Resto Hotel University Club, Bulaksumur.“Meh, pesen apa mas—Mau pesan apa, Mas?”,ujarnya halus. Kami akhirnya memutuskan memesan tempe goreng dan kopi espresso.

Sembari melahap tempe dan menyeruput kopi, kami memulai pembicaraan tentang asal-muasal mantan petugas asesssor utama Mabes Polri ini bergabung sebagai Kepala Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (PKKKL). Rektor melantiknya pada 28 September 2017.

Awalnya, pria berusia 52 tahun itu ingin kembali ke Yogyakarta di saat masih bertugas di Mabes Polri. “Waktu itu saya ingin pulang ke Jogja, karena saya besar dan lahir di sini. Kebetulan waktu itu, dua anak saya juga kuliah di UGM”, tutur pemilik nama asli Drs. Arif Nurcahyo, S.Psi. ini.

Sayangnya, keinginan itu sulit terkabul. Dengan jabatannya sebagai Komisaris Besar, sudah tak mungkin ia dipindahkan ke Jogja melalui jalur karier. Untungnya di tahun 2016, Kota Yogyakarta sedang dalam hingar bingar menyambut Pilkada. Momentum itu ia manfaatkan untuk mengajak Akhi Adisakti, arsitek alumni Teknik Arsitektur  UGM untuk maju sebagai calon walikota melalui jalur independen.