Koesnadi Lelang Pulpen Tua Demi Bangun Wisma KAGAMA

163

Baca juga: Ganjar Pranowo Ajak Alumni Berkontribusi Atasi Persoalan Negeri

Bantuan dana untuk pembangunan wisma tidak hanya berupa uang.

Namun, juga berupa barang seperti Lampu Robyong tipe Majapahit dari bahan kuningan untuk pendapa sebanyak 48 buah, yang merupakan sumbangan dari Pengcab KAGAMA Pati.

Bantuan dana terus berdatangan setelah KAGAMA Jerman Barat membentuk Dompet Pembangunan Wisma KAGAMA Tahap III pada 26 Maret 1988.

Sebanyak tujuh Pengda KAGAMA mengirimkan sumbangannya untuk tahap pembangunan kali ini.

Wisma KAGAMA akhirnya selesai dan diresmikan pada 19 Desember 1988.

Baca juga: Sumbangsih Mahasiswa UGM di Awal Kemerdekaan RI

Warung Makan Murah KAGAMA (WMKK) menjadi salah satu program yang diselenggarakan setelah Wisma KAGAMA resmi berdiri.

Kemudian di akhir 1998, mulailah diselenggarakan Seminar Nasional pertama kali di pendapa Wisma KAGAMA yang mengusung tema Pelaksanaan Reformasi dalam Konteks Otonomi Daerah.

Pada tahun-tahun berikutnya diselenggarakan juga kegiatan donor darah, kegiatan internal PP KAGAMA, hingga diskusi panel dan seminar.

Dapat dikatakan Wisma KAGAMA turut menjadi saksi bisu lahirnya pemikiran-pemikiran dan kegiatan pengabdian masyarakat KAGAMA untuk wujudkan cita-cita bangsa. (Kinanthi)

Baca juga: Alasan Seminar Pra-Munas KAGAMA Digelar di Museum Ranggawarsita, Bukan di Hotel