Koesnadi Lelang Pulpen Tua Demi Bangun Wisma KAGAMA

173

Baca juga: Liburan Semester ala Mahasiswa Jadul UGM; Dari Upacara, Bar Mini, hingga Menggelar Pernikahan

Pulpen tersebut terjual 2,5 juta.

Upaya mengumpulkan dana tersebut ternyata juga sempat tak sesuai harapan.

Panitia mengadakan kupon berhadiah yang diedarkan kepada alumni, dengan harapan memperoleh dana.

Ada pun hadiahnya berupa 5 unit pickup Toyota Kijang dan 5 buah TV berwarna.

Diperkirakan perolehan dana bisa mencapai 400 juta, tetapi dana yang terkumpul tidak sampai sepersepuluhnya.

Seminar Nasional yang pertama kali digelar di pendapa Wisma KAGAMA yang mengusung tema Pelaksanaan Reformasi dalam Konteks Otonomi Daerah yang digelar pada akhir 1998. Foto: Buku 7 Windu Sumbangsih KAGAMA Bagi Bangsa dan Negara
Seminar Nasional yang pertama kali digelar di pendapa Wisma KAGAMA yang mengusung tema Pelaksanaan Reformasi dalam Konteks Otonomi Daerah yang digelar pada akhir 1998. Foto: Buku 7 Windu Sumbangsih KAGAMA Bagi Bangsa dan Negara

Baca juga: Uniknya Perpeloncoan di Awal Berdirinya UGM

Beberapa hadiah tidak diambil pemenangnya, sehingga panitia menyumbangkan 5 buah TV ke Yayasan Yatim Piatu di Yogyakarta dan 4 unit pickup dijual seharga Rp10 juta, dan 1 unit pick up-nya diserahkan ke sekertariat PPH.

Sampai 1987, dana terus terkumpul hingga Rp93 juta.

Sembari mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya, panitia kemudian menyelesaikan pembangunan sarana fisik yang menelan biaya Rp600 juta.

Bersamaan dengan itu, dilaksanakan secara resmi pembangunan tahap II yang terdiri dari pendapa dan penginapan.

Pendapa Joglo Wisma KAGAMA, kata Koesnadi, melambangkan buah kerja sama, kebanggaan, dan kekompakan KAGAMA.

Baca juga: Nostalgia Ospek UGM Era 90-an, Tugas-tugas yang Aneh dan Penuh Kode