Klaten Lahir Berkat Buah Pikiran Pengusaha Garam dari Madura Bernama Sukaptinah

189

Baca juga: Pesan Lucu Dosen Hukum UGM yang Jadi Bekal Hidup Subagya Santosa

“Mereka terkenal sebagai pakar ulung dari Kraton Surakarta Hadiningrat. Raden Ngabehi Ranggasutrasno ahli tata wilayah KRT dan Sastronagoro pakar tata pemerintahan.”

“KRT Sastrodipura terkenal sebagai pengelola bendungan dan pengairan yang tangguh,” jelasnya.

Selain itu, ada juga ketua dewan pengawas panitia yang diemban oleh GRM Sugandi.

Kata Purwadi, Sugandi kelak menjadi raja Kasunanan Surakarta dengan gelar Sinuwun Pakubuwana V (1820-1823).

Rapat hari itu sekaligus jadi arena pemilihan siapa yang kelak menakhodai kabupaten baru yang diberi nama Klaten.

Baca juga: Bagi Ketua KAGAMA Pertanian, Uang Bukanlah Modal Utama Berwirausaha

Akhirnya muncullah sosok terpilih, yaitu Kanjeng Raden Tumenggung Kusumanagoro.

“KRT Kusumonagoro adalah putra Bupati Pengging, KRT Padmonagoro. Beliau lama menjadi sekretaris pribadi Sinuwun Paku Buwana IV,” tutur Purwadi.

“Dulu juga menjadi kepala kantor Kabupaten Pengging dan Kabupaten Pekalongan,” jelas alumnus Fakultas Filsafat dan Fakultas Ilmu Budaya UGM ini.

Di sisi lain, buah pikiran untuk melahirkan Kabupaten Klaten bisa jadi tidak akan muncul jika Ratu Kencono Wungu adalah sosok yang sembarangan.

Menurut Purwadi, Kencono Wungu adalah perempuan yang punya kemampuan di atas rata-rata.

Baca juga: Sunan Kudus yang Ahli dalam Berbagai Bidang