KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—“Saya jarang melakukan aktifitas di kampus, tapi justru aktif di pedesaan.”

Pernyataan tersebut merupakan kutipan dari Sri Sultan HB X dalam Majalah Balairung No. 17 tahun 1993. Kepada Balairung ia mengisahkan mengapa kuliahnya di Fakultas Hukum (FH) UGM sangat lama, yakni 17 tahun. Ia sendiri bahkan menjuluki dirinya “mahasiswa abadi”.

Sri Sultan HB X dalam sebuah acara, dokumentasi Majalah Balairung tahun '90-an.(Foto: Dok. Balairung)
Sri Sultan HB X dalam sebuah acara, dokumentasi Majalah Balairung tahun ’90-an.(Foto: Dok. Balairung)

Sultan yang memiliki nama kecil BRM Herjuno Darpito ini pertama kali mendaftar di UGM pada tahun 1965. Namun ia hanya rajin kuliah pada tahun 1966-1967. “Saya tiap tahun daftar (ulang) sebagai mahasiswa tapi nggak kuliah. Kalau sempat ujian ya ujian, kalau nggak ya nggak,” ungkap Sultan kepada Balairung.

Semasa kuliah ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Sepuluh tahun lebih ia di sana. A. Adi Prabowo dalam tulisannya di Harian Jogja menuliskan alasan HB X ke Jakarta ialah untuk menemani mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, sekaligus belajar secara langsung bidang sosial dan politik.