Kisah Alumnus Gizi dan Kesehatan UGM Berkarier di NGO, Dituntut Lincah dan Multitasking

105

Baca juga: Kisah Stefanie Juergens yang Temukan Belahan Hatinya di Kampus Kedokteran UGM

Meskipun demikian, keberuntungan itu juga turut diiringi dengan berbagai kendala sekaligus tantangan.

Dengan tanggung jawab kerja yang bervariasi, Ika tentu harus mengasah kemampuan multitasking-nya.

Termasuk melatih diri membangun manajemen waktu yang tepat, pandai mendelegasikan tugas, dan cepat belajar.

Selain itu, project scheduled juga terbilang padat, seorang program officer harus siap dengan dinamika program yang diadakan, termasuk memenuhi permintaan donatur secara mendadak. Terkadang Ika juga terpaksa harus bekerja di hari libur.

“Lalu yang tak kalah penting adalah kolaborasi dan komunikasi yang efektif. Seperti yang kita tahu bahwa, tujuan pembuat program dengan tujuan pihak yang mau membangun kemitraan berbeda, sehingga bagaimana caranya kita bisa sepakat dan kurangi berselisih paham,” ujarnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Program Desa Inklusif KAGAMA Kaltim Ingin Atasi Kemiskinan di Desa Karya Jaya, Samboja